Timchenko, Pengusaha Rusia yang Tetap Kaya Meski Dikenai Sanksi AS
Meski terkena sanksi dari AS sejak 2014 dan dilarang bertransaksi di pasar Barat, Gennady Timchenko tetap menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai Rp433 triliun berkat dominasi bisnis energi dan petrokimia di Rusia.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gennady Timchenko, tokoh bisnis asal Rusia yang dekat dengan elite kekuasaan negara itu, kembali menjadi sorotan setelah AS memperluas sanksi terhadap sektor energi Rusia. Meski telah masuk daftar hitam Washington sejak 2014, kekayaan dan pengaruhnya tetap kokoh. Sanksi terbaru berpotensi membatasi akses ke pasar global, namun tidak menggoyahkan posisinya sebagai salah satu pengusaha terkaya di dunia.
Ia menjadi salah satu pendiri Volga Group, konglomerat yang mengelola bisnis lintas sektor mulai dari energi hingga konstruksi. Di sektor energi, Timchenko memiliki saham 23,5 persen di Novatek, produsen gas alam terbesar kedua di Rusia dan pemimpin produksi LNG nasional. Perusahaan ini menyumbang sekitar 12 persen dari total produksi gas alam Rusia. Selain itu, ia juga menguasai 14,5 persen saham Sibur Holding, perusahaan petrokimia terbesar di negara itu yang mengolah hidrokarbon menjadi berbagai bahan baku industri.
Bisnis Timchenko tidak terbatas pada sektor energi. Ia turut mendirikan Gunvor Group, salah satu perusahaan perdagangan komoditas terbesar dunia. Keterlibatannya dalam perusahaan-perusahaan strategis ini menjadi fondasi kekayaannya yang diperkirakan mencapai US$24,2 miliar atau sekitar Rp433 triliun menurut Forbes, meskipun data Bloomberg mencatat nilai bersihnya turun menjadi US$13,5 miliar pada Oktober 2026. Penurunan ini terjadi sejak awal tahun, dengan kerugian aset mencapai US$766 juta.
Latar belakang kehidupannya turut membentuk kiprahnya di dunia bisnis. Lahir pada 1952 di wilayah yang kini menjadi Armenia, Timchenko tumbuh di lingkungan militer dan sering pindah tempat akibat tugas ayahnya sebagai veteran Perang Dunia II. Ia belajar bahasa Jerman saat tinggal di Jerman Timur dan Ukraina, pengalaman yang membekali kemampuannya beroperasi secara internasional. Setelah menyelesaikan studi elektro di Leningrad Mechanical Institute—kini ITMO University—ia membangun karier dari perdagangan minyak hingga menjadi pemilik jaringan bisnis yang meluas di sektor strategis Rusia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Tak Penuhi Syarat
Iran menegaskan akan terus menutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi tujuh syarat dalam perjanjian sementara berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
4 Oktober 2026

Jembatan Utara Kyiv Lumpuh Akibat Serangan Drone
Serangan drone Rusia merusak Jembatan Utara Kyiv, menyebabkan penutupan total jalur lalu lintas dan memicu kemacetan parah di ibu kota Ukraina.
4 Oktober 2026

BPS Perkuat Kolaborasi Statistik dengan Negara OKI
BPS mempererat kerja sama statistik dengan negara anggota OKI melalui forum internasional di Arab Saudi, fokus pada transformasi data dan penerapan standar global.
4 Oktober 2026

Akses Internet Terbatas di Mentawai, Warga Terpaksa Tempuh Jalur Ekstrem
Warga Kepulauan Mentawai masih menghadapi keterbatasan akses internet, menyebabkan keterlambatan pesan hingga 7 jam dan ketergantungan pada layanan tidak resmi seperti Sikakap Online.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.30 WITA

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

