Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tiran Nusantara Grup dan Conch Tanda Tangani Kerja Sama Rp10 Triliun

Kerja sama strategis antara Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings disepakati di Tiongkok dengan investasi awal Rp10 triliun untuk sektor manufaktur dan energi hijau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tiran Nusantara Grup dan Conch Tanda Tangani Kerja Sama Rp10 Triliun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kemitraan strategis antara PT Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd. secara resmi terjalin di Anhui, Tiongkok, pada Jumat (9/10), dengan komitmen investasi tahap awal senilai Rp10 triliun. Penandatanganan dilakukan oleh Andi Karyadi selaku Direktur Operasional Tiran Nusantara Grup dan Li Xin dari Conch, disaksikan oleh Andi Amar Mar'uf Sulaiman, Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi industri nasional berbasis energi bersih dan pengolahan limbah.

Lingkup kerja sama mencakup pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, fasilitas produksi kemasan plastik, pembangkit listrik tenaga angin (PLTB), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Conch, yang merupakan perusahaan raksasa Tiongkok dengan rekam jejak kuat di bidang konstruksi dan energi baru, telah memiliki investasi di Indonesia mencapai Rp30 triliun sebelumnya. Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang Conch terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan rencana pengembangan nilai kerja sama secara bertahap di masa depan.

Tiran Nusantara Grup mengusung visi pembangunan industri hilir yang berkelanjutan, dengan target menciptakan lapangan kerja sebanyak 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Struktur kepemilikan dalam kemitraan disesuaikan dengan karakter proyek masing-masing, di mana sebagian usaha patungan dimiliki 49% oleh Tiran Nusantara Grup dan 51% oleh Conch, sementara pada proyek lainnya komposisinya terbalik. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kemitraan yang seimbang dalam pengelolaan bisnis.

Awal mula Tiran Nusantara Grup bermula dari inovasi pertanian yang dikembangkan oleh mantan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berupa metode pengendalian hama tikus bernama Tiran. Inovasi ini berawal dari penelitian pribadi dan telah diberi hak paten, dengan tujuh paten yang telah terdaftar hingga kini. Dari sektor pertanian, bisnis berkembang menjadi kelompok usaha yang menaungi puluhan perusahaan di berbagai bidang, termasuk pertambangan, energi, logistik, dan kawasan industri.

Kegiatan operasional Tiran Nusantara Grup didukung oleh armada logistik yang meliputi ratusan dump truck, alat berat, dan puluhan kapal angkut yang mendukung distribusi lintas wilayah. Semua perusahaan dalam grup tersebut dimiliki oleh Andi Amran Sulaiman, meski usaha utama racun tikus telah dihentikan sejak ia menjabat sebagai Menteri Pertanian pada 2014 demi menjaga profesionalisme jabatan. Di luar bidang usaha, ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, termasuk penyaluran beasiswa bagi kelompok rentan dan bantuan korban bencana alam di dalam dan luar negeri.

Investasi terbaru juga mencakup pembangunan mesjid senilai Rp1 triliun yang mampu menampung hingga 20.000 jamaah, serta rumah sakit bertingkat 17 lantai untuk meningkatkan akses layanan kesehatan. Dengan kerja sama ini, diharapkan terjadi percepatan transformasi industri nasional menuju energi bersih, pengelolaan limbah yang efisien, serta hilirisasi sumber daya alam yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya