Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Toko Mewah dan Elektronik Jadi Sasaran Aksi Kerusuhan di Prancis

Kenaikan biaya hidup memicu gelombang kerusuhan di sejumlah kota Prancis, termasuk penjarahan terhadap Apple Store di Paris dan toko-toko lainnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 103x dibuka
Toko Mewah dan Elektronik Jadi Sasaran Aksi Kerusuhan di Prancis📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kerusuhan yang melanda sejumlah kota besar di Prancis menunjukkan eskalasi ketegangan sosial akibat tekanan ekonomi yang semakin membebani masyarakat. Di Paris, khususnya di kawasan Place de la République, aksi penjarahan terjadi di berbagai jenis toko, termasuk gerai elektronik ternama seperti Apple Store, yang menjadi sasaran karena nilai barang dagangan tinggi. Kaca toko rusak dan barang-barang seperti perangkat elektronik serta produk kecantikan dibawa kabur oleh massa yang memanfaatkan keramaian.

Aksi kekerasan meluas ke berbagai lokasi, termasuk Marseille, Lille, dan Nice, di mana toko-toko mewah, supermarket, dan bahkan tempat usaha kecil turut dirusak. Di Marseille, butik mewah Hermès dan toko perhiasan menjadi sasaran utama, sementara toko roti dan minimarket juga tidak luput dari perusakan. Barang-barang seperti minuman beralkohol dan kaleng minuman dilemparkan ke arah petugas keamanan, menunjukkan intensitas emosional yang tinggi dari para pelaku.

Lokasi-lokasi strategis seperti monumen utama di Place de la République mengalami kerusakan parah, dengan grafiti menutupi permukaan monumen dan batu paving di area dasar tercabut. Sebuah bar bernama La Barrique bahkan terbakar, menambah kerugian material dan menunjukkan eskalasi kekerasan yang tidak terkendali. Aksi ini terjadi dalam konteks demonstrasi yang menuntut kebijakan ekonomi yang lebih adil dan penurunan beban hidup.

Kepolisian Prancis menanggapi dengan menempatkan pasukan pengamanan di lokasi-lokasi rawan, namun upaya tersebut belum cukup menekan gelombang kerusuhan. Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa jumlah korban cedera dan penangkapan terus meningkat, sementara pemerintah kota mengumumkan penutupan sementara sejumlah area publik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Aksi massa ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik.

Tujuan utama dari aksi tersebut bukan semata-mata pencurian, melainkan ekspresi protes terhadap ketidaksetaraan ekonomi dan ketidakmampuan sistem untuk menangani kenaikan harga kebutuhan pokok. Meskipun tidak semua pelaku memiliki latar belakang politik, gelombang kerusuhan ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan perlindungan sosial yang lebih efektif dan responsif terhadap tekanan hidup yang meningkat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya