Toko Mewah dan Elektronik Jadi Sasaran Aksi Kerusuhan di Prancis
Kenaikan biaya hidup memicu gelombang kerusuhan di sejumlah kota Prancis, termasuk penjarahan terhadap Apple Store di Paris dan toko-toko lainnya.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 103x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kerusuhan yang melanda sejumlah kota besar di Prancis menunjukkan eskalasi ketegangan sosial akibat tekanan ekonomi yang semakin membebani masyarakat. Di Paris, khususnya di kawasan Place de la République, aksi penjarahan terjadi di berbagai jenis toko, termasuk gerai elektronik ternama seperti Apple Store, yang menjadi sasaran karena nilai barang dagangan tinggi. Kaca toko rusak dan barang-barang seperti perangkat elektronik serta produk kecantikan dibawa kabur oleh massa yang memanfaatkan keramaian.
Aksi kekerasan meluas ke berbagai lokasi, termasuk Marseille, Lille, dan Nice, di mana toko-toko mewah, supermarket, dan bahkan tempat usaha kecil turut dirusak. Di Marseille, butik mewah Hermès dan toko perhiasan menjadi sasaran utama, sementara toko roti dan minimarket juga tidak luput dari perusakan. Barang-barang seperti minuman beralkohol dan kaleng minuman dilemparkan ke arah petugas keamanan, menunjukkan intensitas emosional yang tinggi dari para pelaku.
Lokasi-lokasi strategis seperti monumen utama di Place de la République mengalami kerusakan parah, dengan grafiti menutupi permukaan monumen dan batu paving di area dasar tercabut. Sebuah bar bernama La Barrique bahkan terbakar, menambah kerugian material dan menunjukkan eskalasi kekerasan yang tidak terkendali. Aksi ini terjadi dalam konteks demonstrasi yang menuntut kebijakan ekonomi yang lebih adil dan penurunan beban hidup.
Kepolisian Prancis menanggapi dengan menempatkan pasukan pengamanan di lokasi-lokasi rawan, namun upaya tersebut belum cukup menekan gelombang kerusuhan. Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa jumlah korban cedera dan penangkapan terus meningkat, sementara pemerintah kota mengumumkan penutupan sementara sejumlah area publik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Aksi massa ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik.
Tujuan utama dari aksi tersebut bukan semata-mata pencurian, melainkan ekspresi protes terhadap ketidaksetaraan ekonomi dan ketidakmampuan sistem untuk menangani kenaikan harga kebutuhan pokok. Meskipun tidak semua pelaku memiliki latar belakang politik, gelombang kerusuhan ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan perlindungan sosial yang lebih efektif dan responsif terhadap tekanan hidup yang meningkat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

