Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tol Binjai–Langsa Wajib Siap Operasional Sebelum Nataru 2026

Kepala Staf Kepresidenan memastikan ruas Binjai-Pangkalan Brandan jalan tol trans Sumatera beroperasi penuh sesuai standar teknis sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tol Binjai–Langsa Wajib Siap Operasional Sebelum Nataru 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa jalan tol ruas Binjai–Langsa, khususnya seksi Binjai-Pangkalan Brandan, harus beroperasi secara penuh dan memenuhi semua persyaratan teknis sebelum masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bagian dari upaya memastikan infrastruktur strategis berfungsi optimal untuk menunjang mobilitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Sumatera Utara dan Aceh.

Dudung menekankan bahwa proyek jalan tol bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menjadi sarana vital dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyoroti peran strategis JTTS dalam menghubungkan kawasan produksi, industri, pertanian, dan destinasi wisata sepanjang Pulau Sumatera, yang turut mendukung integrasi ekonomi nasional. Arahan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya infrastruktur yang membawa dampak nyata terhadap kehidupan rakyat.

Sejak operasional awal pada libur Nataru 2024–2025, ruas ini telah terbukti efektif mengurangi kemacetan dari Medan menuju Aceh. Bahkan dalam musibah banjir besar yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu, jalan tol menjadi jalur evakuasi utama. Ketinggian struktur tol memungkinkan warga mengungsi ke atas badan jalan sebagai tempat aman, sementara truk logistik dan BBM tetap bisa beroperasi, menjaga pasokan dasar masyarakat saat jalan arteri lumpuh.

Namun demikian, masih terdapat kendala administratif yang menghambat operasional penuh, terutama terkait kepemilikan tanah di sekitar jalur tol. Beberapa bidang tanah belum selesai proses peralihan hak atau jual-beli, serta terdapat bangunan di bahu jalan yang belum direlokasi. Kepala Staf Kepresidenan meminta Kementerian ATR/BPN dan instansi terkait segera menyelesaikan persoalan ini agar tol dapat berfungsi sesuai standar, termasuk dalam aspek keselamatan dan aksesibilitas.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja sinergis agar tol benar-benar siap beroperasi penuh sebelum perayaan Nataru 2026. Kesiapan infrastruktur ini tidak hanya menyangkut kenyamanan perjalanan, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesiapan mitigasi bencana dan pendukung ketahanan ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya