Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tol Serang-Panimbang Perpanjang Akses ke Destinasi Wisata Banten

Ruas Tol Serang-Rangkasbitung-Cileles resmi memasuki tahap uji laik fungsi, mempercepat perjalanan ke destinasi wisata Banten dan mendukung konektivitas ekonomi regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 23.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tol Serang-Panimbang Perpanjang Akses ke Destinasi Wisata Banten📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ruas Tol Serang-Panimbang pada bagian Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 kilometer kini telah memasuki tahap Uji Laik Fungsi & Operasi (ULFO), menandai langkah krusial menuju operasional penuh. Pencapaian ini menjadi bagian dari perluasan jaringan Tol Trans Jawa yang terus menyempurnakan akses transportasi di ujung barat pulau Jawa. Dengan selesainya tahap ini, perjalanan dari kawasan Serang menuju Cileles diperkirakan hanya membutuhkan waktu 45 menit, mengurangi durasi sekitar 1 jam 15 menit dibanding rute non-tol sebelumnya.

Kehadiran tol ini tidak hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi wilayah Banten bagian tengah dan selatan. Destinasi wisata seperti Tanjung Lesung, Curug Putri, Kampung Baduy, serta Gunung Luhur Citorek kini lebih mudah dijangkau. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, perjalanan ke Tanjung Lesung dapat dilakukan dalam dua jam, sementara ke Kampung Baduy hanya membutuhkan kurang dari satu jam. Hal ini diharapkan mendorong kunjungan wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

Proyek strategis nasional ini dibangun dalam tiga seksi, dengan Seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) telah beroperasi sejak sebelumnya. Seksi 2 (Rangkasbitung-Cileles) kini masuk tahap akhir, sementara Seksi 3 (Cileles-Panimbang) yang menjadi tanggung jawab APBN masih dalam proses pembangunan. Secara keseluruhan, proyek ini menjangkau panjang total 83,67 kilometer, melintasi Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang. Pembangunan dilakukan secara bertahap, dengan berbagai paket yang mencapai progres antara 56,35% hingga 95,81% tergantung lokasi dan fase.

Peningkatan konektivitas ini didukung oleh kajian Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang menilai tol berdampak signifikan terhadap efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat. Khususnya bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, akses yang lebih baik diharapkan mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan infrastruktur yang semakin memadai, Banten diharapkan mampu menjadi poros transportasi dan pariwisata yang lebih terintegrasi dengan wilayah Jabodetabek dan Merak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya