Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Topan Dujuan Picu Bencana Dahsyat di Jepang, Empat Tewas dan Enam Hilang

Topan Dujuan menyebabkan hujan ekstrem hingga 686,5 mm di wilayah Kanto, memicu longsor dan banjir yang menewaskan empat orang dan membuat enam lainnya hilang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Topan Dujuan Picu Bencana Dahsyat di Jepang, Empat Tewas dan Enam Hilang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Topan Dujuan mengguncang wilayah Kanto Jepang dengan hujan deras yang mengakibatkan bencana alam beruntun. Curah hujan mencapai 686,5 milimeter dalam 24 jam di Oshima, Kepulauan Izu, melampaui dua kali lipat rata-rata bulanan untuk bulan September di kawasan tersebut. Peristiwa ini memicu longsor besar di Prefektur Kanagawa dan Chiba, menghancurkan sejumlah rumah dan mengganggu akses jalan serta infrastruktur penting.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di lokasi yang terdampak, terutama di Miura, Kanagawa, dan kawasan sekitar Ichihara, Chiba. Tim penyelamat melakukan penyisiran area yang terendam dan tertimbun material longsor, mencari enam warga yang masih hilang. Sebelumnya, jumlah korban tewas dilaporkan dua orang, namun naik menjadi empat setelah hasil penyelidikan dan identifikasi korban diperbarui.

Di Kota Ichihara, curah hujan mencapai 392,5 milimeter dalam 24 jam, mencatatkan rekor baru yang mengancam stabilitas tanah dan memperparah banjir di permukiman rendah. Foto udara menunjukkan kawasan pemukiman di Sakura, Chiba, terendam air hingga menutupi sebagian besar jalan dan bangunan. Kondisi ini menghambat akses evakuasi dan distribusi bantuan darurat.

Pemerintah daerah dan lembaga penyiar publik NHK terus memperbarui data dan situasi darurat, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana berulang. Upaya pemantauan intensif dilakukan di wilayah rawan longsor dan banjir, sementara masyarakat diminta tetap waspada mengingat prediksi cuaca ekstrem masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya