Toyota dan Honda Dukung Insentif Hybrid untuk Perkuat Mobilitas Berkelanjutan
Kedua produsen otomotif mendukung usulan insentif pemerintah untuk kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV demi percepatan transisi energi dan ketahanan industri nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Toyota Astra Motor dan PT Honda Prospect Motor secara bersama-sama menyambut positif upaya Kementerian Perindustrian dalam merancang skema insentif untuk kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV). Kedua perusahaan menilai kebijakan tersebut selaras dengan tujuan nasional dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dukungan ini juga diharapkan mendorong akses lebih luas masyarakat terhadap teknologi mobilitas ramah lingkungan sesuai dengan kebutuhan individual.
Vice President Director TAM, Jap Ernando Demily, menekankan bahwa insentif bukan hanya berdampak pada konsumsi energi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem industri otomotif lokal. Ia menyebut kebijakan semacam ini dapat mendorong investasi, pengembangan komponen dalam negeri, serta menjaga kestabilan lapangan kerja di sektor manufaktur. Menurutnya, dengan adanya dukungan pemerintah, peluang pasar hybrid di Tanah Air dinilai masih sangat besar, meskipun kendaraan konvensional tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat.
Sementara itu, Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, menyatakan bahwa insentif fiskal maupun nonfiskal dapat menjadi katalis bagi adopsi kendaraan rendah emisi. Ia menilai nilai tambah yang ditawarkan oleh kebijakan ini akan meningkatkan daya beli konsumen dan mempercepat penetrasi teknologi hijau di pasar domestik. Namun, HPM masih menunggu detail resmi dari pemerintah sebelum menyesuaikan strategi produk secara menyeluruh.
Pemerintah, melalui Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, menekankan pentingnya insentif nonfiskal seperti penghapusan aturan ganjil genap, kemudahan administrasi, hingga fasilitas parkir khusus bagi kendaraan hybrid. Skema ini dirancang untuk menekan emisi dan konsumsi BBM bersubsidi tanpa memaksa perubahan besar pada fasilitas produksi lokal. Targetnya, usulan kebijakan ini dapat segera diserap dan diterapkan dalam kurun waktu tahun ini.
Kedua perusahaan menekankan bahwa keberlanjutan industri otomotif dan daya beli masyarakat sangat bergantung pada kepastian regulasi yang konsisten dan menyeluruh. Menurut Yusak Billy, kebijakan yang terukur dan berkelanjutan akan menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong transformasi sektor mobilitas secara bertahap dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Danantara Siap Bangun BUMN Tekstil dengan Modal Rp100 T
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

