Toyota Perkuat Lini Produksi Listrik di Tiongkok Mulai 2027
Toyota akan memulai produksi kendaraan listrik jarak jauh di Tiongkok pada April 2027 dengan target 200 ribu unit di tahun pertama.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif Jepang, Toyota, resmi menetapkan langkah strategis memperluas kapasitas produksi kendaraan listrik di pasar Tiongkok mulai April 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar mobil listrik terbesar dunia, yang didominasi oleh merek lokal seperti BYD. Fokus produksi pada tahun pertama difokuskan pada model kendaraan listrik jarak jauh (EREV), yang menawarkan fleksibilitas penggunaan energi melalui kombinasi motor listrik dan mesin pembakaran internal.
Target produksi awal mencapai 200.000 unit pada tahun pertama operasional, dengan rencana peningkatan signifikan hingga 400.000 unit pada 2028. Penambahan kapasitas ini tidak hanya menunjukkan komitmen Toyota terhadap transformasi elektrifikasi, tetapi juga respons terhadap dinamika pasar yang semakin kompetitif, terutama di segmen mobil listrik murni (BEV) yang dilanda tekanan harga dan persaingan ketat.
Dengan menghadirkan EREV, Toyota menawarkan solusi yang lebih nyaman bagi konsumen Tiongkok yang masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pengisian listrik. Teknologi ini memungkinkan pengisian bahan bakar konvensional saat dibutuhkan, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan ketergantungan pada stasiun pengisian. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik pelanggan yang ragu terhadap mobil listrik murni.
Langkah ini juga menunjukkan pergeseran strategi Toyota dari pendekatan perlahan dalam elektrifikasi menuju ekspansi yang lebih agresif di pasar utama. Dengan membangun produksi lokal, perusahaan berharap dapat mempercepat respons terhadap permintaan pasar, mengurangi biaya logistik, serta meningkatkan fleksibilitas dalam penyesuaian produk. Tujuan jangka panjangnya adalah memperluas kehadiran merek dan memperkuat daya saing di tengah dominasi produsen lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Elektrifikasi Perkuat Daya Saing Otomotif Lokal
Investasi lebih dari Rp100 triliun dan produksi kendaraan hibrida di Indonesia menjadi bukti penguatan kapabilitas manufaktur dan ekosistem lokal.
23 September 2026

Pangeran MBS Perkenalkan Exobot, Mobil Listrik Nasional Saudi
Peluncuran Exobot oleh Ceer, perusahaan otomotif nasional Saudi, didukung Visi 2030 sebagai bagian dari transformasi ekonomi tanpa minyak.
23 September 2026

Honda Stylo 160 Hadirkan Warna Premium Baru
Honda memperbarui lini Stylo 160 dengan dua pilihan warna baru, Glam Grey dan Royal Violet, melengkapi varian yang sudah ada.
23 September 2026

Pakistan Perketat Kewajiban Ekspor Otomotif, Jepang Angkat Keberatan di WTO
Kebijakan ekspor 12 persen untuk produsen otomotif Pakistan memicu protes Jepang di WTO, yang menilai aturan itu menguntungkan produsen China dan melanggar prinsip perdagangan bebas.
23 September 2026
Berita Lainnya

BSI Hasanah KKI Card Capai 10.000 Pengguna dalam Sebulan
Rabu, 23 September 2026, 23.30 WITA

BSI Gelar Expo 2026 Dorong Produk Lokal ke Pasar Global
Rabu, 23 September 2026, 23.30 WITA

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Usai RDG Tatap Muka Pertama Destry Damayanti
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Impor Gula Kristal Mentah Tak untuk Konsumsi, Justru untuk Industri
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

BRI Private Perkuat Layanan Nasabah dengan Check Up Kesehatan Premium
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

MagangHub Bukan Pengganti Pekerja Tetap, Tegas Menaker
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Pajak Tak Dipungut Capai Rp576 Triliun, Tujuannya Dorong Ekonomi
Rabu, 23 September 2026, 23.28 WITA

