Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Tentara yang Lakukan Penembakan di Fort Hood
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi Nidal Malik Hasan, pelaku penembakan massal di Fort Hood 2009 yang menewaskan 13 anggota militer, setelah mendapat kritik dari berbagai pihak.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 126x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan siaran langsung eksekusi Nidal Malik Hasan, mantan mayor Angkatan Darat AS yang dihukum mati karena menewaskan 13 personel militer dalam penembakan di pangkalan Fort Hood pada 5 November 2009. Keputusan ini menggantikan pernyataan sebelumnya dari Pentagon yang menyatakan eksekusi akan disiarkan secara daring dan terbuka bagi publik.
Dalam pernyataan resmi melalui platform media sosial, Trump menegaskan bahwa meski eksekusi tetap dilaksanakan sesuai jadwal oleh regu tembak, proses tersebut tidak akan disiarkan secara langsung. Ia menyebut bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap berbagai pertimbangan etis dan emosional yang muncul dari publik, termasuk dari para anggota Kongres dan keluarga korban.
Trump menilai bahwa siaran langsung eksekusi bisa menjadi alat efek jera, namun mengakui bahwa banyak pihak, termasuk mereka yang memiliki niat baik, enggan menyaksikan peristiwa tersebut secara visual atau daring. Ia menekankan bahwa hak untuk hadir secara langsung tetap terbuka bagi keluarga korban yang memilih untuk hadir di lokasi eksekusi.
Laporan dari sumber internal pemerintah yang dikutip media independen menyebut bahwa ketidakpastian seputar siaran langsung muncul dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya respons negatif terhadap rencana tersebut. Presiden terus mempertimbangkan dampak psikologis dan sosial dari transparansi publik dalam proses hukum terkait kejahatan berat yang melibatkan angkatan bersenjata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

