Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump dan Netanyahu Bahas Serangan Iran Jelang Pemilu

Dua pemimpin negara membahas rencana operasi militer terhadap Iran menjelang pemilu di AS dan Israel, meski Trump belum mengonfirmasi keputusan akhir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 173x dibuka
Trump dan Netanyahu Bahas Serangan Iran Jelang Pemilu📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah melakukan pembicaraan intensif mengenai kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran, menyusul ketegangan yang terus memburuk di kawasan Timur Tengah. Diskusi ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang memuncak, menyusul laporan intelijen Israel yang menunjukkan upaya Iran untuk memulihkan program nuklirnya, termasuk aktivitas di lokasi strategis seperti situs Gunung Beliung untuk pengayaan uranium.

Meski Trump sebelumnya menyatakan secara terbuka bahwa ia tidak akan melancarkan serangan sebelum pemilu paruh waktu AS pada bulan November, pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa tidak ada komitmen pasti dari pihaknya terhadap penundaan operasi. Seorang sumber dalam pemerintahan AS menyebut bahwa pembicaraan tersebut bersifat persiapan, bukan keputusan final. Trump, menurut sumber tersebut, meminta Netanyahu untuk tetap siap, namun tanpa memberikan jaminan atas tindakan lanjutan.

Kedua pihak militer dari AS dan Israel tetap dalam posisi siaga penuh, dengan persiapan operasional yang terus dilakukan sebagai antisipasi perubahan kebijakan. Seorang pejabat AS menggambarkan sikap Trump sebagai tidak menetapkan arah tetap, menekankan bahwa keputusan akhir masih terbuka tergantung pada perkembangan situasi dan dinamika politik internal kedua negara.

Kendati tidak ada keputusan final yang dikeluarkan, kehadiran diskusi semacam ini menunjukkan tingginya kewaspadaan terhadap ancaman nuklir Iran. Kedua pemimpin, yang memiliki kepentingan strategis bersama dalam menjaga keamanan regional, terus mempertimbangkan skenario terburuk dalam konteks pemilu yang sensitif di kedua negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya