Trump Dikabarkan Tawarkan Senjata AS Langsung ke Xi Jinping
Mantan Duta Besar AS untuk China mengungkap bahwa Presiden Trump pernah menawarkan penjualan senjata secara langsung kepada Presiden Xi Jinping, menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 18x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam wawancara eksklusif, mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Tiongkok, David Perdue, mengungkap bahwa Presiden Donald Trump pernah menyampaikan tawaran penjualan senjata militer AS secara langsung kepada pemimpin Tiongkok, Xi Jinping. Menurut Perdue, Trump menekankan bahwa AS menjual senjata ke berbagai negara di dunia, termasuk yang bukan sekutu utama, dan bahkan bertanya apakah Xi tertarik membeli peralatan militer dari AS.
Pernyataan tersebut mencuat di tengah ketegangan geopolitik yang terus memanas antara AS dan Tiongkok, khususnya dalam konteks militer dan ekonomi. Tiongkok, yang telah membangun kekuatan militer dengan kecepatan tinggi, dianggap sebagai pesaing utama oleh Washington. Di sisi lain, AS telah mengalihkan fokus sumber daya militer dari kawasan Asia-Pasifik ke konflik lain, seperti Iran, sehingga mengurangi keberadaan militer langsung di wilayah tersebut.
Respons dari pihak AS secara tegas menyanggah adanya rencana penjualan senjata ke Tiongkok. Kementerian Luar Negeri AS menegaskan bahwa hukum nasional melarang penjualan senjata ke Tiongkok, dan tidak ada rencana atau tawaran resmi yang pernah diajukan. Pernyataan itu disampaikan sebagai klarifikasi terhadap kabar yang beredar, meski tidak menutup kemungkinan adanya komunikasi informal antar pemimpin.
Kekhawatiran muncul di kalangan sekutu AS di kawasan, termasuk Jepang, Filipina, dan Taiwan, yang merasa terancam oleh kemungkinan normalisasi hubungan militer dengan Tiongkok. Para analis menilai tawaran tersebut, meski tidak terealisasi, mencerminkan pendekatan strategis Trump yang terkadang mengejutkan. Beberapa pejabat keamanan nasional menyatakan bahwa tindakan seperti itu justru menegaskan bahwa AS tetap memandang Tiongkok sebagai ancaman serius, bukan mitra strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pasukan musuh telah ditarik dari perairan selatan Iran hingga ke Laut Arab, sekaligus menegaskan rencana membersihkan wilayah tersebut dari kehadiran lawan.
28 September 2026

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran
Menteri Luar Negeri Polandia menegaskan Rusia tak punya kapasitas militer untuk menyerang NATO secara besar-besaran karena seluruh kekuatannya masih terkonsentrasi di Ukraina.
28 September 2026

Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tertahan Malaysia di Laga Kunci
Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain usai Thom Haye dikartu merah menit ke-37, setelah pelanggaran yang direvisi oleh VAR, membuat kans lolos ke final terancam.
28 September 2026

Iran Negasi Keterlibatan dalam Rencana Serangan ke RAF Fairford
Kedutaan Besar Iran di Inggris menolak tegas tuduhan terkait rencana serangan ke pangkalan udara RAF Fairford, sekaligus ancam tindakan hukum atas narasi yang dianggap menyesatkan.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Senin, 28 September 2026, 23.20 WITA

