Trump Dorong Ganti Pemimpin Ukraina Usai Kesepakatan Solar dengan Rusia
Desakan Trump agar Ukraina mengganti presiden muncul usai kesepakatan pelonggaran sanksi ekspor solar Rusia, yang dianggap mendukung Moskow dalam perang dan memicu reaksi keras dari Kyiv.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan pergantian kepemimpinan di Ukraina dengan menilai Presiden Volodymyr Zelensky gagal menciptakan kesepakatan strategis yang menguntungkan negaranya. Pernyataan itu disampaikan di Gedung Putih, satu hari setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melonggarkan pembatasan ekspor solar dari Moskow. Desakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Kyiv, menyusul kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan militer dan politik Ukraina.
Zelensky mengecam kebijakan tersebut sebagai langkah yang justru memperkuat Rusia saat konflik masih berlangsung. Ia menekankan bahwa pelonggaran sanksi justru berdampak pada keamanan warga sipil, terutama setelah serangan udara Rusia di Zaporizhzhia yang menewaskan 20 orang, termasuk tiga anak-anak. Serangan itu, menurutnya, merupakan balasan atas kebijakan yang dianggap memperlemah posisi Ukraina secara strategis.
Pemerintah Rusia menyambut kesepakatan itu dengan segera mencabut sebagian larangan ekspor solar, sekaligus menaikkan harga energi secara signifikan. Kenaikan harga tersebut menjadi tekanan politik besar bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu AS bulan depan. Namun, di sisi lain, langkah itu juga memicu kontroversi dalam lingkaran politik AS, khususnya terkait konsistensi kebijakan luar negeri yang selama ini menekankan tekanan ekonomi terhadap Moskow.
Trump menegaskan bahwa Zelensky memiliki potensi besar untuk menyelesaikan konflik, tetapi tidak melakukannya karena alasan tertentu. Ia menilai sudah tiba waktunya Ukraina memiliki pemimpin baru yang lebih terbuka terhadap negosiasi. Pernyataan itu dikeluarkan dalam konteks politik domestik AS, di mana kebijakan luar negeri menjadi isu krusial dalam kampanye pemilu. Namun, di Kyiv, kesepakatan tersebut dianggap sebagai pengkhianatan terhadap prinsip perang yang telah dibangun selama lebih dari dua tahun.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Trump Salah Sebut Nama Kandidat Muslim, El-Sayed Balas dengan Sindiran
Presiden AS Donald Trump menyerang kandidat Demokrat Abdul El-Sayed dengan tuduhan simpatisan teroris, lalu keliru menyebut namanya sebagai Muhammad, memicu respons tajam dari sang kandidat di kampanye publik.
11 Oktober 2026

Demonstran Muda India Tuntut Mundurnya KPU atas Revisi Daftar Pemilih
Ratusan demonstran ditangkap di New Delhi dalam aksi protes menuntut pengunduran diri Kepala KPU Gyanesh Kumar terkait revisi daftar pemilih yang menghapus 130 juta nama.
11 Oktober 2026

Serangan Rudal Houthi Tewaskan 12 Orang di Bandara Riyadh
Serangan rudal oleh kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, memicu peringatan keamanan global.
11 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Manfaatkan Rahasia Operasi untuk Untungkan Diri di Pasar Prediksi
Seorang tentara aktif Amerika Serikat didakwa atas dugaan penggunaan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan lebih dari US$400.000 melalui platform prediksi berbasis blockchain, dengan total kerugian keuangan yang terjadi mencapai sekitar Rp6,89 miliar.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.28 WITA

Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

