Trump Dorong Pengembangan AI, Bentuk Satuan Khusus di Pemerintahan
Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmen melindungi dan mempercepat pertumbuhan kecerdasan buatan dengan membentuk AI Force dan menolak regulasi ketat, meski ada kekhawatiran risiko teknologi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 15.28 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak upaya pembatasan terhadap perkembangan kecerdasan buatan, menilai bahwa kritik terhadap teknologi tersebut sebagai upaya untuk menghambat inovasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan industri AI mengalami kemunduran, bahkan mengumumkan pembentukan satuan khusus bernama AI Force untuk mempercepat transformasi digital di sektor pemerintahan. Satuan ini akan fokus pada deteksi ancaman dan identifikasi pelaku yang berpotensi menyalahgunakan teknologi.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menekankan bahwa pemerintah akan mendukung, bukan menghambat, pertumbuhan AI. Ia menyatakan bahwa kebijakan yang menghambat inovasi justru akan membuat AS kalah bersaing dengan negara lain, terutama China. Trump menegaskan bahwa satu-satunya perlindungan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang kuat dan cerdas, dengan menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung kemajuan teknologi tanpa mengorbankan keamanan nasional.
Meski sejumlah tokoh industri teknologi, termasuk mantan peneliti AI dari Anthropic, Jacob Coxon, memperingatkan potensi bahaya yang muncul dari pengembangan AI secara cepat, Trump menolak peringatan tersebut sebagai informasi menyesatkan. Ia menilai bahwa narasi tentang AI sebagai ancaman terhadap keberlangsungan manusia adalah hoaks yang dibuat untuk menakut-nakuti masyarakat. Ia tetap yakin bahwa kekuatan inovasi dan kebijakan strategis yang baik cukup untuk mengendalikan risiko.
Untuk memperkuat pendekatan komunikasi publik, Trump juga mengajak masyarakat memilih nama alternatif untuk istilah "kecerdasan buatan". Ia mengusulkan tiga opsi: superior intelligence, extreme intelligence, dan supreme intelligence. Pilihan tersebut dibuka sebagai polling publik, dengan harapan masyarakat ikut serta dalam menentukan istilah yang paling tepat menggambarkan revolusi teknologi yang sedang berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Huawei MatePad Air 2026 Hadir di Indonesia, Teknologi dan Desain Unggulan
Tablet terbaru Huawei dengan desain ultra-tipis dan layar OLED 2.8K resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp13,999 juta.
21 September 2026

Trump Usulkan Nama Baru untuk AI, Dorong Publik Pilih Nama Terbaik
Presiden AS Donald Trump mengusulkan penggantian istilah "Artificial Intelligence" dengan nama seperti Superior Intelligence dan Extreme Intelligence, sekaligus memicu polling publik untuk menentukan nama terbaik.
21 September 2026

PT Nations Petroleum Kelola Blok Natuna D-Alpha dengan Teknologi Modern
Pemerintah menyerahkan pengelolaan blok gas Natuna D-Alpha kepada PT Nations Petroleum setelah lelang resmi, dengan target pengembangan berbasis teknologi terkini untuk mengatasi kandungan CO2 tinggi.
21 September 2026

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Badan Gizi Nasional menghentikan pegawai SPPG Bantul yang diduga meledek siswi korban keracunan MBG, sebagai bentuk penegakan etika dan tanggung jawab komunikasi publik.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

