Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Dorong Pengembangan AI, Bentuk Satuan Khusus di Pemerintahan

Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmen melindungi dan mempercepat pertumbuhan kecerdasan buatan dengan membentuk AI Force dan menolak regulasi ketat, meski ada kekhawatiran risiko teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 15.28 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Trump Dorong Pengembangan AI, Bentuk Satuan Khusus di Pemerintahan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak upaya pembatasan terhadap perkembangan kecerdasan buatan, menilai bahwa kritik terhadap teknologi tersebut sebagai upaya untuk menghambat inovasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan industri AI mengalami kemunduran, bahkan mengumumkan pembentukan satuan khusus bernama AI Force untuk mempercepat transformasi digital di sektor pemerintahan. Satuan ini akan fokus pada deteksi ancaman dan identifikasi pelaku yang berpotensi menyalahgunakan teknologi.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menekankan bahwa pemerintah akan mendukung, bukan menghambat, pertumbuhan AI. Ia menyatakan bahwa kebijakan yang menghambat inovasi justru akan membuat AS kalah bersaing dengan negara lain, terutama China. Trump menegaskan bahwa satu-satunya perlindungan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang kuat dan cerdas, dengan menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung kemajuan teknologi tanpa mengorbankan keamanan nasional.

Meski sejumlah tokoh industri teknologi, termasuk mantan peneliti AI dari Anthropic, Jacob Coxon, memperingatkan potensi bahaya yang muncul dari pengembangan AI secara cepat, Trump menolak peringatan tersebut sebagai informasi menyesatkan. Ia menilai bahwa narasi tentang AI sebagai ancaman terhadap keberlangsungan manusia adalah hoaks yang dibuat untuk menakut-nakuti masyarakat. Ia tetap yakin bahwa kekuatan inovasi dan kebijakan strategis yang baik cukup untuk mengendalikan risiko.

Untuk memperkuat pendekatan komunikasi publik, Trump juga mengajak masyarakat memilih nama alternatif untuk istilah "kecerdasan buatan". Ia mengusulkan tiga opsi: superior intelligence, extreme intelligence, dan supreme intelligence. Pilihan tersebut dibuka sebagai polling publik, dengan harapan masyarakat ikut serta dalam menentukan istilah yang paling tepat menggambarkan revolusi teknologi yang sedang berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya