Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Janjikan Eksplorasi Minyak Besar di Greenland

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana eksplorasi besar-besaran minyak, gas, dan mineral di Greenland, yang disebut sebagai bagian dari kampanye menjelang pemilu paruh waktu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
Trump Janjikan Eksplorasi Minyak Besar di Greenland📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pembukaan eksplorasi skala besar terhadap sumber daya mineral, minyak, dan gas di wilayah Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, menekankan potensi besar yang tersedia di pulau otonom Denmark tersebut. Meski tidak merinci mekanisme atau jadwal pelaksanaan, pernyataan ini menggambarkan visi ekonomi energi yang lebih mandiri bagi AS.

Namun, realitas geografis dan politik di Greenland jauh dari mendukung implementasi cepat. Iklim ekstrem, minimnya infrastruktur, serta larangan sementara penerbitan izin pertambangan minyak dan gas yang diberlakukan sejak 2021 menjadi penghambat utama. Pemerintah lokal menekankan prioritas perlindungan lingkungan dan keberlanjutan, terutama dalam konteks krisis iklim global yang kian memburuk.

Pernyataan Trump dinilai sebagai bagian dari strategi politik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik, khususnya konflik AS-Iran, telah memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kalangan pekerja. Dengan mengangkat isu energi, Trump berupaya menanggapi kekhawatiran publik dan memperkuat posisi Partai Republik dalam kontestasi politik.

Pemerintah Greenland sendiri menanggapi dengan sikap realistis. Naaja H. Nathanielsen, perwakilan Greenland di parlemen Denmark, menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak mengejutkan, mengingat gaya komunikasi presiden AS yang sering menekankan ambisi besar. Ia menegaskan bahwa proyek ekstraksi sumber daya di wilayah tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan dalam kondisi ideal. Menurutnya, solusi cepat atas krisis energi tidak mungkin ditemukan di Greenland.

Greenland memiliki potensi besar dalam mineral tanah jarang yang krusial untuk teknologi modern seperti baterai, energi terbarukan, dan perangkat elektronik. Saat ini, dominasi pasokan berasal dari China, yang menjadi fokus strategi Trump untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, ekstraksi sumber daya ini tetap menghadapi tantangan teknis besar, termasuk lokasi yang tertutup es Arktik dan kompleksitas geologi yang tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya