Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Marah atas Pembebasan Tersangka Teror di Pangkalan AS

Presiden AS Donald Trump menyatakan kekecewaan mendalam atas keputusan Inggris membebaskan lima warga negara setempat yang ditangkap karena diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan udara RAF Fairford, yang digunakan AS dan NATO.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Trump Marah atas Pembebasan Tersangka Teror di Pangkalan AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kemarahan terhadap langkah pemerintah Inggris yang membebaskan lima tersangka terkait rencana serangan terhadap pangkalan udara RAF Fairford di Gloucestershire. Pangkalan tersebut, yang telah menjadi basis operasional militer AS dan sekutu NATO sejak Maret, digunakan untuk melancarkan serangan balasan terhadap sasaran rudal Iran di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa tindakan pembebasan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan strategis dan kredibilitas koordinasi antarnegara sekutu.

Dalam pernyataan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menyiratkan keterlibatan Iran dalam kasus tersebut, meski tidak secara eksplisit menyebutkan nama negara tersebut. Ia menyatakan memiliki informasi yang spesifik namun memilih tidak membagikannya secara terbuka. Sebelumnya, Trump sempat memuji kecepatan respons kepolisian Inggris dalam menangkap para tersangka pada hari Minggu, menyebut London sebagai "luar biasa" dalam penanganan insiden.

Insiden bermula dari laporan tentang tiga kendaraan mencurigakan yang diduga menuju pangkalan udara pada dini hari. Tim keamanan segera dikerahkan, dan lima orang—semuanya warga Inggris berusia 23 hingga 25 tahun dari London—ditangkap karena diduga melanggar undang-undang bahan peledak. Setelah pemeriksaan awal, kasus dilimpahkan ke unit antiterorisme nasional Inggris untuk penyelidikan lebih lanjut.

Meski para tersangka dibebaskan dengan jaminan, otoritas keamanan menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung secara intensif. Perwira senior antiterorisme Inggris, Laurence Taylor, menyatakan bahwa semua kemungkinan—termasuk adanya keterlibatan pihak ketiga atau individu yang bekerja atas nama negara asing secara sadar atau tidak sadar—sedang dievaluasi secara menyeluruh. Pihak berwenang menekankan bahwa kasus ini belum selesai dan tetap menjadi prioritas utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya