Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Salah Sebut Nama Calon Senator Muslim, El Sayed Minta Diperbaiki

Presiden AS Donald Trump keliru menyebut nama calon senator Muslim Abdul El Sayed sebagai 'Mohammed', yang langsung dibantah oleh sang kandidat dengan sikap santai namun tegas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Salah Sebut Nama Calon Senator Muslim, El Sayed Minta Diperbaiki📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Donald Trump kembali menjadi sorotan karena kesalahan pelafalan nama saat menyerang calon senator Muslim, Abdul El Sayed, dalam unggahan di platform Truth Social. Dalam postingan tersebut, Trump menggabungkan foto dirinya bersama istrinya, Melania, dengan gambar El Sayed dan istrinya yang mengenakan hijab, disertai keterangan: "Dua orang Amerika yang SANGAT BERBEDA." Unggahan ini menjadi bagian dari serangan intens terhadap El Sayed menjelang pemilu sela November mendatang.

Trump mempermasalahkan latar belakang kandidat dari Partai Demokrat, termasuk kewarganegaraan ganda yang dimiliki El Sayed sebagai warga Amerika Serikat dan Mesir. Ia juga menyebarkan tuduhan bahwa El Sayed berpaham komunis dan memiliki simpati terhadap teroris—klaim yang tidak didukung bukti. Kesalahan pelafalan nama, yang menyebut El Sayed sebagai 'Mohammed', menjadi sorotan karena menunjukkan ketidakakraban terhadap identitas dan nama kandidat yang diserang.

El Sayed menanggapi dengan sikap santai namun tegas, menyebut bahwa kesalahan tersebut menunjukkan kesulitan Trump dalam mengucapkan namanya dengan benar. "Saya pikir Donald mungkin kesulitan. Dia kira nama saya Mohammed... Nama saya Abdul, dan Anda tahu itu," ujar El Sayed dalam kampanye di Grand Rapids, Michigan. Ia menekankan bahwa kesalahan itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi untuk menyerang identitasnya.

Kendati demikian, El Sayed menegaskan bahwa ia akan terus menjadi suara bagi rakyat, termasuk dengan menegaskan komitmen kampanyenya: menyediakan perawatan kesehatan universal, menaikkan pajak bagi miliarder, menghentikan bantuan militer tanpa syarat ke Israel, serta mengurangi pengaruh uang perusahaan dalam politik. Ia mendapat dukungan dari tokoh-tokoh progresif seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, Elizabeth Warren, dan serikat pekerja United Auto Workers.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya