Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Salah Sebut Nama Kandidat Muslim, El-Sayed Balas dengan Sindiran

Presiden AS Donald Trump menyerang kandidat Demokrat Abdul El-Sayed dengan tuduhan simpatisan teroris, lalu keliru menyebut namanya sebagai Muhammad, memicu respons tajam dari sang kandidat di kampanye publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Salah Sebut Nama Kandidat Muslim, El-Sayed Balas dengan Sindiran📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menyerang kandidat Senat AS dari Michigan, Abdul El-Sayed, dengan tuduhan sebagai simpatisan teroris tanpa bukti mendukung. Serangan tersebut dilakukan melalui platform media sosial Truth Social, di tengah ketegangan politik menjelang pemilihan sela bulan depan yang berpotensi menentukan dominasi partai di Senat. Trump, yang kerap menggunakan retorika provokatif, kembali menggambarkan El-Sayed sebagai ancaman, meski tidak menyertakan data atau fakta pendukung dalam pernyataannya.

Yang memicu reaksi lebih luas adalah kesalahan penyebutan nama oleh Trump, yang menyebut El-Sayed sebagai "Mohammed" alih-alih "Abdul". Dalam acara kampanye di Grand Rapids, El-Sayed memanfaatkan kesalahan tersebut sebagai peluang kritik terhadap gaya komunikasi Trump. Ia menyatakan bahwa kesalahan itu bukan kebetulan, melainkan bentuk ketidakmampuan presiden mengenali lawan politiknya secara benar. "Saya rasa Donald sedang kesulitan mengingat nama saya," ujarnya, disambut tawa hadirin.

El-Sayed menegaskan bahwa meskipun nama tengahnya memang Mohamed—seperti banyak nama Muslim lain—ia tidak menggunakan nama tersebut dalam publikasi resmi. Ia menantang Trump untuk menyebutnya dengan benar, menegaskan bahwa kesalahan itu mencerminkan keengganan untuk menghargai identitas lawan politik. Pernyataan ini menjadi bagian dari strategi kampanye yang menekankan kritik terhadap retorika Trump yang sering menyerang identitas dan keberagaman.

Pertarungan politik di Michigan semakin memanas, dengan El-Sayed bersaing ketat melawan kandidat Republik Mike Rogers. Demokrat berharap bisa mempertahankan kursi yang saat ini dimiliki dan merebut empat kursi lain dari lawan. Dukungan dari tokoh-tokoh progresif seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Elizabeth Warren, serta serikat pekerja UAW, menunjukkan kekuatan basis pendukung El-Sayed. Program kampanyenya yang menekankan reformasi kesehatan, perpajakan progresif, penghentian bantuan militer tanpa syarat ke Israel, serta pembatasan pengaruh uang korporasi, menjadi fokus utama dalam menarik simpati pemilih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya