Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi

Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan terhadap kesepakatan pertahanan bersama Turki, Pakistan, dan Arab Saudi yang disebut sebagai "NATO Muslim".

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan dukungan terhadap inisiatif pertahanan bersama antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan di Gedung Putih, sebelum melanjutkan perjalanan ke Texas. Ia menyambut baik langkah ketiga negara tersebut yang memutuskan untuk mengintegrasikan kapasitas militer guna mendukung stabilitas di wilayah Arab Saudi. Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Trump menilai upaya kolaborasi tersebut sebagai bentuk bantuan yang positif bagi negara teluk.

Kesepakatan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi Komite Strategis Politik dan Pertahanan Mekkah, yang menekankan pentingnya pengerahan cepat pasukan dan peningkatan kesiapan operasional. Komite menyatakan bahwa langkah-langkah praktis akan segera dilaksanakan, termasuk koordinasi antar negara untuk memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi ancaman keamanan. Tujuan utama dari mekanisme ini adalah memperkuat kemampuan pertahanan kolektif di kawasan, bukan menggantikan struktur aliansi yang telah ada.

Pemerintah Turki akan membawa perjanjian pertahanan tersebut ke parlemen dalam waktu dekat untuk proses ratifikasi. Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Omer Celik, menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan pengganti NATO, melainkan alat pelengkap untuk menjaga perdamaian regional. Ia menekankan bahwa Turki tetap berkomitmen pada kemitraan NATO sebagai anggota penuh, sementara aliansi baru ini dimaksudkan untuk memperkuat stabilitas di kawasan Arab Saudi secara khusus.

Celik juga membuka kemungkinan bahwa mekanisme pertahanan bersama tersebut dapat diperluas ke negara-negara lain di masa depan, asalkan sesuai dengan prinsip dan kerangka kerja masing-masing. Ia menekankan bahwa pendekatan ini bersifat inklusif dan terbuka untuk kolaborasi global yang berkelanjutan. Tujuan jangka panjangnya adalah menciptakan jaringan keamanan yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika ancaman modern.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya