Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Siap Luncurkan Lembaga Koordinasi AI dengan Calon Kepala Jay Clayton

Presiden AS Donald Trump berencana bentuk lembaga baru untuk mengoordinasikan kebijakan kecerdasan buatan, dengan Jay Clayton sebagai calon kepala yang sudah dipilih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Siap Luncurkan Lembaga Koordinasi AI dengan Calon Kepala Jay Clayton📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempersiapkan pembentukan lembaga khusus di Gedung Putih untuk mengelola kebijakan kecerdasan buatan secara terpadu. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat inovasi teknologi sekaligus menangani risiko yang melekat pada perkembangan AI. Dalam proses persiapan, Trump telah menunjuk Jay Clayton sebagai kandidat utama untuk memimpin lembaga tersebut, sekaligus memperkuat posisi strategis dalam pengelolaan teknologi nasional.

Clayton, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional, diperkirakan akan menjabat ganda—menjaga tugasnya sebagai pemimpin komunitas intelijen sambil mengambil peran baru sebagai koordinator kebijakan AI. Meskipun belum ada pengumuman resmi dari Gedung Putih, dua sumber yang mengetahui proses pembahasan menyebut penunjukan dapat diumumkan dalam waktu dekat. Pihak presiden menegaskan bahwa semua keputusan personel akan diumumkan langsung oleh Trump, dan sebelum itu, segala informasi yang beredar di media hanya spekulasi.

Sebelumnya, Trump telah menyatakan keinginannya untuk membentuk “AI Force” sebagai upaya menjawab tekanan global, terutama dari China, dalam persaingan teknologi. Pada pertemuan di Gedung Putih pada 29 September, ia mengundang sejumlah CEO perusahaan teknologi untuk menandatangani komitmen bersama, yang menekankan pentingnya pengawasan mandiri terhadap pengembangan model AI. Trump menyatakan sedang dalam tahap akhir pengambilan keputusan dan berharap bisa menetapkan sosok yang akan menjabat dalam tiga hingga empat hari ke depan.

Dalam uji kelayakan di Senat sebelum dilantik sebagai Direktur Intelijen Nasional, Clayton menyampaikan bahwa AI merupakan teknologi yang membawa potensi besar sekaligus ancaman serius. Ia menekankan perlunya pemahaman mendalam terhadap dampak teknologi yang bersifat pengubah permainan ini. Jika terpilih, Clayton akan menjadi pejabat kedua yang mengemban peran kepemimpinan kebijakan AI di era Trump, setelah David Sacks yang mengundurkan diri pada Maret 2026 setelah masa jabatan sebagai pegawai khusus berakhir.

Tujuan utama dari pembentukan lembaga ini adalah memastikan AS tetap unggul dalam inovasi AI, sekaligus menjaga keamanan nasional dan ekonomi dari potensi eksploitasi atau disrupsi. Di tengah meningkatnya tekanan untuk memperkuat regulasi, pemerintah AS berusaha menyeimbangkan antara mendorong pertumbuhan teknologi dan memastikan pengawasan yang ketat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya