Tuchel Kritik Kesalahan Belakang Usai Inggris Tumbang dari Spanyol
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menyayangkan serangkaian kesalahan defensif yang memicu kekalahan 2-3 dari Spanyol dalam laga UEFA Nations League.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkap kekecewaan mendalam setelah timnya kalah 2-3 dari Spanyol dalam pertandingan UEFA Nations League yang berlangsung pada Minggu dini hari WIB. Ia menyoroti tingginya frekuensi kesalahan individu, khususnya di lini belakang, yang berdampak langsung pada kebobolan dua gol dari Spanyol. Tuchel menyebut tindakan tersebut tidak sesuai dengan standar yang dibutuhkan saat menghadapi tim kuat seperti Spanyol.
Gol pertama Spanyol yang dicetak Lamine Yamal terjadi akibat kesalahan Marc Guehi dalam melakukan penjagaan. Sementara gol kedua, yang dicetak Alex Baena, muncul dari umpan yang tidak akurat oleh Nico O'Reilly, yang gagal menguasai bola dalam situasi krusial. Tuchel menekankan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut terjadi terlalu sering dan berdampak langsung pada hasil akhir pertandingan. Ia menilai eksekusi lawan di area 20 meter terakhir justru sangat efektif, sementara timnya gagal memanfaatkan peluang.
Inggris sempat unggul dua gol lewat Anthony Gordon dan Harry Kane sebelum turun minum, namun keunggulan itu tidak mampu dipertahankan di babak kedua. Tuchel menyayangkan kegagalan memanfaatkan peluang emas, terutama penalti yang gagal dieksekusi Kane pada menit ke-65. Bola menabrak mistar, sebuah momen yang menurutnya bisa mengubah jalannya pertandingan. Ia menegaskan bahwa timnya harus lebih konsisten dalam memanfaatkan peluang, termasuk membutuhkan faktor keberuntungan yang akhirnya tidak berpihak.
Spanyol berhasil bangkit di babak kedua melalui dua gol dari pemain pengganti, Alex Baena dan Mikel Oyarzabal, yang menunjukkan kualitas teknis dan taktik yang lebih matang. Tuchel menyadari bahwa kemenangan Spanyol bukan sekadar hasil dari keberuntungan, melainkan hasil dari penyerangan yang terstruktur dan efisien. Ia menegaskan bahwa timnya harus segera memperbaiki kelemahan defensif agar tidak terulang di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Sebanyak 300 anak dari kalangan prasejahtera berkesempatan menyaksikan langsung laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, melalui program kolaborasi PSSI dan berbuatbaik.id.
27 September 2026

Amri/Nita Lolos ke Semifinal Usai Menang Dramatis di Gim Ketiga
Pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah melaju ke semifinal Asian Games 2026 setelah menang dramatis atas lawan asal Korea Selatan dengan skor 21-9, 12-21, 21-19.
27 September 2026

Fajar/Fikri Jaga Asa Emas di Asian Games
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke semifinal setelah menang dramatis atas pasangan Korea Selatan dalam laga tiga gim yang berlangsung selama 69 menit.
27 September 2026

Prabowo Ucapkan Bangga pada Rahmat Erwin Usai Emas Asian Games
Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaan dan ucapan selamat kepada Rahmat Erwin setelah meraih emas angkat besi di Asian Games 2026 dengan rekor baru.
27 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

Eks Biarawati Divonis 20 Tahun Penjara atas Pelecehan Anak Difabel
Minggu, 27 September 2026, 12.11 WITA

