Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ubur-Ubur Raksasa Muncul di Perairan Wales, Panjangnya Setara Bus

Seorang penyelam muda menangkap rekaman ubur-ubur surai singa raksasa di dekat Pantai Trefin, dengan tentakel mencapai 15 meter, mengejutkan warganet dan pakar biologi kelautan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ubur-Ubur Raksasa Muncul di Perairan Wales, Panjangnya Setara Bus📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang penyelam berusia 21 tahun, Iestyn Morgan, mengungkapkan kekaguman luar biasa saat menemukan ubur-ubur raksasa di perairan dekat Pantai Trefin, Pembrokeshire, Wales. Ia awalnya mengira objek yang muncul dari dalam air adalah spesies lokal seperti ubur-ubur kompas, namun segera menyadari ukurannya jauh melampaui yang biasa ditemui. Dalam rekaman video yang diambil saat berenang, tampak struktur tubuh besar dengan tentakel yang menjulur hingga sepanjang 10 hingga 15 meter.

Ubur-ubur tersebut merupakan spesies Cyanea capillata atau yang dikenal sebagai surai singa, yang biasanya hidup di perairan dingin sekitar Skotlandia. Menurut Morgan, ini merupakan pertama kalinya ia melihat individu sebesar itu di wilayah Wales, meski sebelumnya pernah melihat spesies serupa di lokasi lain. Ia menyebutkan bahwa bentuk dan ukuran tentakelnya sangat menakjubkan, bahkan mengingatkan pada panjang bus atau gerbong kereta api.

Ahli biologi kelautan dari University of Southampton, Dr. Cathy Lucas, menilai rekaman tersebut memberikan gambaran langka tentang keberadaan hewan laut terpanjang di dunia. Ia menjelaskan bahwa tentakel ubur-ubur surai singa bisa mencapai 30 hingga 36,5 meter, dan sangat halus sehingga sulit terlihat oleh mata telanjang. Meski sengatannya tidak mematikan, Lucas menekankan pentingnya untuk tidak menyentuhnya, karena bahkan tentakel yang terputus masih bisa menyengat dan perlu segera dibersihkan dengan air hangat.

Kehadiran spesies ini di perairan Wales, meski jarang, terjadi terutama pada akhir musim panas atau awal musim gugur. Morgan mencatat bahwa fenomena ini mungkin berkaitan dengan perubahan suhu laut yang memengaruhi migrasi hewan laut. Ia juga menyebutkan adanya peningkatan keberadaan spesies air hangat seperti ikan Triggerfish, yang biasanya ditemukan di wilayah Mediterania, menandai perubahan ekosistem laut yang patut diawasi.

Morgan menegaskan bahwa tujuan utamanya dalam merekam kejadian ini adalah edukasi dan konservasi, bukan eksploitasi. Ia berharap konten yang dibuat dapat membuka akses publik terhadap kekayaan biota laut secara aman dan berkelanjutan. Dengan pendekatan non-intervensi, ia menekankan pentingnya menghargai habitat alami dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya