Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UIN Kendari Dorong Mahasiswa Ubah KKN Jadi Karya Ilmiah

Program pengabdian masyarakat UIN Kendari berhasil bina 120 mahasiswa mengembangkan hasil KKN menjadi karya ilmiah terbitan jurnal terakreditasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam penguatan kualitas akademik mahasiswa melalui pendampingan intensif terhadap hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini dirancang untuk mengubah pengalaman lapangan menjadi produk ilmiah yang valid dan berdampak, dengan fokus pada transformasi data lapangan menjadi artikel ilmiah yang layak terbit di jurnal ilmiah terakreditasi. Proses ini melibatkan bimbingan berjenjang dari dosen ahli dan tim peneliti internal kampus.

Dari total 120 mahasiswa yang melaksanakan KKN di wilayah Sulawesi Tenggara, 85 persen berhasil menyelesaikan karya ilmiah berbasis hasil penelitian lapangan. Hasilnya terpublikasi dalam jurnal ilmiah yang telah terakreditasi oleh Kemenristekbrin, menunjukkan kualitas riset yang sesuai standar akademik nasional. Proses pendampingan mencakup penyuntingan metodologi, analisis data, hingga penulisan format akademik yang konsisten dengan standar internasional.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat lokal. Mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga merancang solusi berbasis data lapangan yang relevan dengan permasalahan nyata di desa-desa terpencil. Dengan pendekatan ini, hasil KKN tidak hanya menjadi laporan kegiatan, tetapi menjadi kontribusi ilmiah yang dapat dijadikan rujukan oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Kendari menegaskan bahwa transformasi KKN menjadi karya ilmiah merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat kualitas lulusan. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tapi juga mampu mengonversi pengalaman langsung menjadi pengetahuan yang dapat dikembangkan dan dibagikan secara ilmiah," ujar dia. Tujuan utamanya adalah menciptakan generasi akademisi yang tanggap terhadap realitas sosial dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya