Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UIN Kendari Dorong Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Sekolah

Universitas Islam Negeri Kendari mendorong penguatan moderasi beragama dan ekoteologi melalui pelatihan dan kerja sama dengan sekolah di Sulawesi Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.30 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Universitas Islam Negeri Kendari kembali menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya toleransi dan keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan keagamaan yang moderat. Dalam kegiatan yang melibatkan puluhan sekolah di wilayah Sulawesi Tenggara, pihak kampus menghadirkan pelatihan khusus tentang moderasi beragama dan ekoteologi sebagai respons terhadap dinamika sosial yang kian kompleks. Kegiatan ini dihadiri oleh guru, kepala sekolah, dan perwakilan komite sekolah dari berbagai kabupaten.

Fokus utama pelatihan adalah menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif, sekaligus mengintegrasikan konsep perlindungan lingkungan dalam kerangka keimanan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama dan mendorong praktik keberlanjutan di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta juga diajak memahami bagaimana ajaran agama dapat menjadi landasan moral dalam menjaga ekosistem alam, khususnya di kawasan yang rawan degradasi lingkungan seperti pegunungan dan kawasan pesisir.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dicanangkan UIN Kendari, dengan tujuan menciptakan sekolah sebagai ruang edukasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kelestarian alam. Koordinator pelatihan menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar teori, melainkan harus diimplementasikan secara nyata melalui kebijakan sekolah, kurikulum, dan kegiatan keseharian siswa.

Melalui kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan, UIN Kendari berharap dapat menjadi pusat inspirasi dalam membangun karakter peserta didik yang berimbang antara spiritualitas dan tanggung jawab lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan generasi muda di Sulawesi Tenggara mampu menjadi agen perubahan yang berbasis nilai-nilai moderat dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya