UMKM Lombok Sambut MotoGP 2026 dengan Inovasi Produk Lokal
Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum strategis bagi UMKM Lombok memperluas pasar melalui produk inovatif berbasis budaya dan sumber daya lokal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang bakal berlangsung di Mandalika menunjukkan dampak ekonomi yang meluas, tak hanya di lintasan balap, tetapi juga di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Para pelaku usaha memanfaatkan momen tersebut sebagai panggung global untuk memperkenalkan produk berbasis kearifan lokal, sekaligus membuka akses pasar internasional.
Rohaniah, pemilik Malindo Coffee, menekankan bahwa produknya bukan sekadar minuman, melainkan narasi budaya yang dibawa wisatawan dari Lombok. Ia menciptakan stik kopi praktis yang mudah dibawa, menjawab kebutuhan wisatawan yang berkunjung dalam waktu singkat namun menginginkan suvenir bernilai emosional. Produk ini dirancang untuk menjadi kenangan yang bisa dibawa pulang dari destinasi super prioritas.
Sementara itu, M. Arif Yani dari Sate Ibu Lilik menyatakan bahwa ajang internasional ini menjadi kesempatan emas memperkenalkan kuliner khas Lombok—khususnya sate lilit ayam—ke dunia. Dengan kemasan yang higienis dan praktis, produknya dirancang agar bisa dinikmati langsung atau dibawa pulang, memperkuat pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Produk-produk lain seperti garam lokal yang diolah menjadi aromaterapi, bath salt, massage oil, dan lilin aromatik dari Estuaria Salt juga menunjukkan transformasi nilai ekonomi dari bahan baku sederhana. Andika Satriawan, pemilik merek, menekankan bahwa inovasi ini sekaligus merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi bagi para nelayan perempuan, yang sebelumnya hanya menerima harga Rp3 ribu per kilogram, kini bahan baku mereka bernilai hingga Rp5–6 ribu per kilogram setelah diolah.
Keberadaan event internasional ini, menurut VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangkitkan ekosistem ekonomi lokal. Dengan hadirnya wisatawan dari berbagai negara, UMKM mendapat ruang untuk memperkenalkan produk mereka, menciptakan jaringan pasar yang lebih luas, dan memperkuat nilai lokal melalui inovasi dan kolaborasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Waspadai Gejala Jantung Saat Olahraga, Bukan Hanya Angka Denyut
Denyut jantung tinggi saat olahraga perlu diwaspadai jika disertai nyeri dada, sesak napas, pusing, atau keringat dingin, meski angka di perangkat pemantau masih dalam batas normal.
9 Oktober 2026

5 Tanda Cedera Anak yang Harus Segera ke IGD
Orang tua perlu waspada terhadap lima tanda cedera olahraga pada anak yang memerlukan penanganan segera di instalasi gawat darurat.
9 Oktober 2026

Lima Tempat Gokart Seru di Jakarta untuk Rasakan Sensasi Balap
Lima lokasi gokart di Jakarta menawarkan pengalaman balapan menantang dengan lintasan berbeda dan kategori tingkat kesulitan yang disesuaikan.
9 Oktober 2026

Pertamina MotoGP 2026 Dorong Peluang Kerja Lokal di Lombok
Gelaran Pertamina MotoGP 2026 di Mandalika membuka lapangan kerja musiman bagi warga Lombok, menopang ekonomi dan memberi pengalaman profesional bagi generasi muda.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

