Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UMKM Lombok Siap Manfaatkan Momentum MotoGP 2026

Pelaku UMKM di Lombok optimistis manfaatkan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 untuk perluas pasar dan tingkatkan nilai ekonomi lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
UMKM Lombok Siap Manfaatkan Momentum MotoGP 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 9 hingga 11 Oktober mendatang menjadi peluang strategis bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Dengan menyuguhkan panggung internasional, ajang ini diharapkan mampu memperkenalkan produk-produk khas Lombok ke kalangan wisatawan global dan penggemar balap motor dari berbagai belahan dunia.

Rohaniah, pemilik Malindo Coffee, menekankan bahwa produk yang ditawarkan bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari narasi budaya dan pengalaman. Ia memperkenalkan stik kopi pertama di Lombok yang dirancang praktis bagi wisatawan yang berkunjung dalam waktu singkat. Kemasan ringan dan mudah dibawa menjadi jawaban atas kebutuhan pelancong yang ingin membawa pulang kenangan lokal tanpa beban.

Di sisi lain, M. Arif Yani dari Sate Ibu Lilik melihat ajang ini sebagai ruang promosi autentik bagi kuliner khas Lombok. Ia menyebut sate lilit ayam sebagai makanan yang bisa menjadi simbol pengalaman kuliner khas daerah. Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan dari Pertamina melalui Rumah BUMN, UMKM seperti miliknya merasa siap menawarkan produk dengan kualitas dan citra yang menarik bagi konsumen internasional.

Produk-produk unggulan lainnya, seperti Estuaria Salt, menunjukkan pendekatan lebih dalam terhadap nilai lokal. Garam hasil tangkapan nelayan perempuan dikelola menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti aromaterapi, bath salt, massage oil, dan lilin. Harga beli garam dari petani naik dari Rp3.000 per kilogram menjadi Rp5.000–Rp6.000 per kilogram untuk diolah, menunjukkan penerapan ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat. Produk tersebut dipasarkan dengan rentang harga Rp20.000 hingga Rp100.000.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa dampak MotoGP tidak terbatas pada lintasan balap. Ia menyebut event ini sebagai momentum ekonomi yang menyentuh masyarakat secara langsung, membuka ruang bagi UMKM untuk memperluas jaringan dan memperkuat daya saing produk lokal. Dengan hadirnya pengunjung dari dalam dan luar negeri, peluang pemasaran dan rekomendasi organik pun terbuka lebar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya