Upin dan Ipin Dorong Kesadaran Jaga Udara Sejak 2013
Serial animasi Upin dan Ipin kembali menyoroti bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan sejak 2013 melalui edukasi kesehatan dan peringatan lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Upin dan Ipin, dua tokoh fiksi dari Kampung Durian Runtuh, telah menjadi wajah edukasi lingkungan sejak lebih dari satu dekade lalu. Melalui serial animasi yang tayang sejak 2013, mereka secara konsisten mengangkat isu kabut asap atau jerebu sebagai ancaman serius bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Episode khusus berjudul *Bahaya Jerebu*, yang pertama kali dirilis Oktober 2013, menjadi bagian dari season ketujuh dan menyuguhkan narasi edukatif tentang penyebab, dampak, serta langkah pencegahan terhadap polusi udara.
Dalam narasi tersebut, tokoh-tokoh seperti Tok Dalang, Kak Ros, dan Cikgu Melati turut membagikan penjelasan ilmiah mengenai asal mula jerebu. Mereka menekankan bahwa kebakaran lahan sering kali dipicu oleh tindakan manusia, seperti pembakaran sampah dan pembuangan puntung rokok sembarangan. Aksi tersebut menyebabkan kabut asap yang tidak hanya mengganggu visibilitas, tetapi juga menimbulkan iritasi mata, batuk, dan demam, terutama pada anak-anak dan lansia.
Tidak hanya mengedukasi, Upin dan Ipin juga mengambil posisi kritis terhadap kondisi lingkungan yang terus memburuk. Sejak September 2026, mereka secara rutin mengunggah konten di media sosial yang menggambarkan kondisi asap yang melanda wilayah Malaysia akibat kebakaran hutan di Indonesia. Lima kali dalam kurun waktu singkat, mereka menyampaikan peringatan melalui unggahan edukatif dan sindiran halus, menekankan bahwa kebakaran lahan belum berhenti meski telah berlangsung bertahun-tahun.
Salah satu unggahan terbaru berisi panduan praktis bertajuk *Cara Lindungi Diri dari Jerebu*, yang menyebut lima langkah utama: menghindari paparan sinar matahari langsung, konsumsi air putih yang cukup, menjaga daya tahan tubuh, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga kebersihan pribadi. Langkah-langkah ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap penurunan kualitas udara yang terus terjadi di kawasan Asia Tenggara.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah menerapkan operasi modifikasi cuaca berbasis dry ice untuk mengurangi penumpukan kabut asap dan meningkatkan jarak pandang. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 21 Oktober 2026, tercatat sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di enam provinsi prioritas karhutla—termasuk Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau—dengan sekitar 1.000 hektare masih belum berhasil dipadamkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

