Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Vaksinasi HPV Digelar untuk Perempuan Pegawai, Sri Suparni Ajak Peduli Kesehatan Dini

Sri Suparni dorong perempuan menjaga kesehatan sejak dini melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara, sekaligus mendorong peran aktif dalam penyebaran informasi kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
Vaksinasi HPV Digelar untuk Perempuan Pegawai, Sri Suparni Ajak Peduli Kesehatan Dini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) resmi dibuka oleh Sri Suparni, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Jakarta, sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Kegiatan ini menargetkan perempuan yang bekerja di lingkungan Kementerian ESDM serta anggota DWP, dengan pelaksanaan serentak di empat kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu, melibatkan total 784 peserta. Selain imunisasi HPV, peserta juga diberikan layanan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan perempuan secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Sri Suparni menekankan pentingnya deteksi dini sebelum gejala muncul. Ia menyeru perempuan untuk tidak menunda pemeriksaan karena alasan takut, malu, atau kesibukan. "Jangan menunggu sakit baru ke rumah sakit. Menjaga kesehatan adalah bentuk tanggung jawab terhadap keluarga," ujarnya. Ia menegaskan bahwa kesehatan perempuan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga menentukan kesejahteraan rumah tangga secara keseluruhan.

Sri Suparni menekankan bahwa vaksinasi HPV bukan langkah akhir, melainkan bagian dari rangkaian pencegahan kanker serviks yang mencakup skrining rutin dan penanganan dini. Ia menyebut bahwa kebijakan WHO menekankan integrasi antara vaksinasi, deteksi dini, dan pengobatan lesi prakanker sebagai strategi utama. Ia mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan sekitar, dengan menyebarkan informasi akurat dan mendorong anak perempuan untuk mengikuti imunisasi sesuai program pemerintah.

Pentingnya kewaspadaan terhadap kanker payudara juga disinggung, dengan penekanan bahwa kondisi ini tidak dapat dicegah melalui vaksin. Oleh karena itu, perempuan diminta mengenali tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi jika menemukan perubahan seperti benjolan atau perubahan bentuk payudara. Dengan demikian, deteksi lebih awal dapat meningkatkan peluang penyembuhan.

Sri Suparni berharap ke depannya layanan deteksi dini dapat diperluas hingga ke wilayah terpencil, sehingga lebih banyak perempuan di seluruh daerah dapat mengakses pemeriksaan kesehatan secara merata. Ia menilai bahwa kesadaran diri dan tindakan preventif adalah kunci utama dalam membangun masyarakat sehat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya