Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Vance Tegaskan Netokeny Tak Dukung dalam Pemilu Israel

Wakil Presiden AS JD Vance menolak mendukung Benjamin Netanyahu secara terbuka dalam pemilu Israel, menekankan fokusnya hanya pada pemilu internal AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Vance Tegaskan Netokeny Tak Dukung dalam Pemilu Israel📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, secara tegas menyatakan tidak akan memberikan dukungan publik kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pemilihan umum yang akan digelar dalam waktu dekat. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada awak media di dalam pesawat kepresidenan Air Force Two, Vance menegaskan bahwa perhatiannya hanya terfokus pada proses politik dalam negeri AS, khususnya pemilihan paruh waktu. Ia menekankan bahwa kebijakan luar negeri, terutama terkait pemilu negara lain, bukan ranahnya sebagai wakil presiden.

Meski sebelumnya pernah melakukan kunjungan ke Hungaria untuk mendukung Viktor Orbán, yang saat itu mendapat dukungan dari Donald Trump, Vance tidak mengekspresikan dukungan serupa terhadap pemimpin Israel. Ia menegaskan bahwa sikapnya bukan bentuk penolakan terhadap Netanyahu, melainkan keputusan untuk tidak turut campur dalam proses demokrasi Israel. “Saya tidak menolak dukungan, juga tidak mendukung. Saya memilih untuk tidak terlibat dalam pemilu Israel,” ujarnya, menegaskan netralitas dalam konteks politik luar negeri.

Keputusan Vance muncul di tengah perbedaan sikap yang mencolok dengan mantan Presiden AS Donald Trump, yang justru secara terbuka menyatakan dukungan kepada Netanyahu melalui media sosial. Trump menyebut Netanyahu sebagai “Perdana Menteri Pejuang yang Hebat”, menandai perubahan dari sikap sebelumnya yang lebih netral. Dalam wawancara awal bulan ini, Trump bahkan menyatakan tidak lagi terlibat secara aktif dalam urusan politik Israel, tetapi kembali mengambil posisi terbuka dalam beberapa hari terakhir.

Ketidaksesuaian sikap ini menjadi sorotan khusus mengingat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melakukan kunjungan mendadak ke Israel pada malam hari sebelum pemilu. Kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya itu dilaporkan berlangsung ketika persiapan pemilu memasuki tahap akhir. Sumber dari dalam pemerintah AS dan pejabat Israel menyebut Hegseth bertemu langsung dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pertemuan tertutup.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya