Veloz Hybrid EV Capai Efisiensi 31,1 Km/L dalam Uji Perjalanan Panjang
Uji coba bersama puluhan jurnalis menunjukkan Veloz Hybrid EV mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 31,1 kilometer per liter dalam perjalanan lebih dari 350 kilometer.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah uji coba realistis dengan melibatkan puluhan jurnalis berhasil mencatat konsumsi bahan bakar ekstrem pada Toyota Veloz Hybrid EV, mencapai angka 31,1 kilometer per liter. Pengujian dilakukan selama tiga hari dengan menempuh rute lintas kota, antarkota, pedesaan, dan jalur perbukitan di wilayah Yogyakarta dan Solo. Semua kendaraan digunakan dalam kondisi normal, termasuk pendingin ruangan yang tetap menyala sepanjang perjalanan.
Kesuksesan ini didukung oleh penerapan teknik berkendara efisien yang diarahkan kepada peserta uji. Seluruh unit yang digunakan adalah Veloz Q Hybrid EV TSS, dilengkapi sistem hybrid seri-paralel berbasis mesin bensin 1.500 cc 2NR-VEX. Tenaga maksimum mencapai 111 PS, berasal dari kombinasi mesin bensin 91 PS dan motor listrik 80 PS, yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi e-CVT. Sistem Hybrid Toyota secara otomatis mengatur distribusi tenaga antara mesin dan motor listrik sesuai kondisi jalan dan beban.
Penghematan konsumsi BBM terjadi karena penggunaan motor listrik secara optimal, terutama dalam kondisi stop-and-go dan kecepatan rendah. Teknologi regenerative braking turut berkontribusi dengan mengisi ulang baterai saat pengereman atau deselerasi. Di kota-kota seperti Yogyakarta dan Solo, karakter irit ini sangat terasa, sekaligus membuktikan kinerja efisien mobil hybrid dalam penggunaan harian.
Fitur keselamatan canggih juga menjadi bagian penting dari pengalaman uji, termasuk Adaptive Cruise Control (ACC) yang secara otomatis menyesuaikan kecepatan agar tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Semua unit Veloz Hybrid EV diproduksi secara lokal dan telah memenuhi standar pemerintah. Harga jualnya berkisar antara Rp303 juta hingga Rp389 juta, menawarkan solusi mobilitas irit tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BYD Gelar Recall 183 Ribu Unit Akibat Masalah Bantalan Rem
Perusahaan otomotif China, BYD, menarik kembali 183.211 unit mobil Tang dan Qin karena cacat pada bantalan penahan pedal rem yang berpotensi mengganggu fungsi lampu rem.
21 September 2026

Wuling Soroti Tantangan Lokalisasi Komponen Kendaraan Listrik
Produsen kendaraan listrik menegaskan dukungan terhadap regulasi TKDN, namun mengungkap keterbatasan supplier lokal dalam memenuhi target nasional.
21 September 2026

Larangan Angkut Kendaraan Listrik via Laut Tantang Distribusi
Industri kendaraan listrik meminta standar pengangkutan yang jelas lewat laut karena adanya larangan dari operator kapal, menghambat distribusi, terutama bagi pelaku usaha kecil.
21 September 2026

Sopir Taksi Terseret 50 Meter Usai Terlibat Kecelakaan di Tol Tomang
Seorang sopir taksi listrik terseret 50 meter di jalan tol Tomang akibat terjatuh dari pintu mobil BYD yang tiba-tiba melaju setelah dibuka saat konflik pasca-tabrakan.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

