Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Veloz Hybrid Pimpin Pasar Mobil Hybrid di September 2026

Penjualan mobil hybrid di Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan pada September 2026, dengan Toyota Veloz Hybrid menjadi pemimpin penjualan sebanyak 2.552 unit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.42 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 151x dibuka
Veloz Hybrid Pimpin Pasar Mobil Hybrid di September 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Distribusi mobil hybrid di Tanah Air pada bulan September 2026 mencapai 7.928 unit, menunjukkan peningkatan dari jumlah bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 7.667 unit. Angka ini mencerminkan permintaan yang terus tumbuh terhadap kendaraan dengan teknologi hybrid, terutama di segmen penumpang. Dominasi merek Jepang kembali terlihat jelas dalam peta penjualan, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap keandalan dan efisiensi produk-produk tersebut.

Toyota Veloz Hybrid berhasil menduduki posisi teratas sebagai mobil hybrid terlaris dengan distribusi sebanyak 2.552 unit, mengungguli rekan-rekannya di kelas yang sama. Di posisi kedua, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mengantongi 2.370 unit, menunjukkan kuatnya basis pelanggan untuk model MPV hybrid. Sementara itu, dua model Suzuki, Fronx Hybrid dan XL7 Hybrid, menempati urutan ketiga dan keempat masing-masing dengan pencapaian 684 dan 603 unit, menandai pertumbuhan pesat dalam lini hybrid di merek tersebut.

Di bawahnya, Honda HR-V e:HEV dan Mitsubishi Xforce HEV menyusul dengan 289 dan 261 unit distribusi. Produk Toyota lainnya, Yaris Cross Hybrid, berhasil masuk lima besar dengan 240 unit, sementara Alphard Hybrid mengisi posisi kedelapan dengan 147 unit. Di posisi terakhir, MG ZS Hybrid+ dan Hyundai Santa Fe Hybrid masing-masing terdistribusi 100 dan 95 unit, menjadi perwakilan merek non-Jepang yang hadir dalam daftar sepuluh terlaris.

Secara kumulatif, penjualan mobil hybrid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 mencapai 65.968 unit, tumbuh sebesar 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, sekaligus menunjukkan kesuksesan strategi peluncuran dan pemasaran dari produsen yang aktif mengembangkan teknologi hybrid.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya