Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Virtus Tekankan Keamanan Data dalam Pengembangan AI Perusahaan

Virtus menekankan pentingnya tata kelola data dan keamanan siber sebagai fondasi utama penggunaan AI di korporasi, menyusul tuntutan perlambatan pengembangan teknologi oleh kalangan teknologi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Virtus Tekankan Keamanan Data dalam Pengembangan AI Perusahaan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi PT Virtus Technology Indonesia menyoroti urgensi membangun fondasi keamanan dan tata kelola data yang kuat dalam penerapan kecerdasan buatan di lingkungan korporat. Di tengah tren global yang menekankan perlambatan pengembangan AI, Virtus menegaskan bahwa efisiensi dan produktivitas yang dihasilkan oleh AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan model, melainkan juga pada kesiapan infrastruktur dan manajemen data.

Christian Atmaja, Direktur Virtus, menyampaikan bahwa pertimbangan utama perusahaan saat ini bukan hanya kemampuan AI, tetapi juga kepastian (certainty), prediktabilitas, skalabilitas, keamanan, dan tata kelola data. Ia menekankan bahwa tanpa fondasi yang kokoh, bahkan AI dengan performa tinggi tidak akan mampu menghasilkan keputusan yang berkualitas atau berkelanjutan.

Dalam forum Media Roundtable Virtus Showcase 2026, Christian menyampaikan bahwa kompleksitas sistem IT yang meningkat, ditambah ancaman siber yang terus berkembang, mendorong perusahaan untuk memperkuat perlindungan digital. Ia menyoroti bahwa setiap lapisan sistem—mulai dari autentikasi pengguna, jalur backdoor, hingga database—berpotensi menjadi celah serangan. Oleh karena itu, solusi keamanan harus bersifat menyeluruh dan multi-lapis.

Virtus berupaya memperkaya portofolio layanan keamanannya dengan pendekatan holistik, mencakup perlindungan data, keamanan database, dan pengelolaan akses yang ketat. Menurut Christian, tidak ada satu solusi tunggal yang cukup untuk menghadapi ancaman modern; dibutuhkan pendekatan integratif yang mencakup aspek teknis maupun manajerial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya