Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Volkswagen Gelar Recall Raksasa 4 Juta Mobil Akibat Karat Kemudi

Volkswagen AG akan menarik kembali hampir 4 juta kendaraan global karena risiko patahnya baut rak kemudi akibat korosi, terbesar sejak skandal Dieselgate.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.30 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Volkswagen Gelar Recall Raksasa 4 Juta Mobil Akibat Karat Kemudi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Volkswagen AG mempersiapkan kampanye recall mencapai sekitar 4 juta unit kendaraan di seluruh dunia, menyusul temuan internal tentang potensi kerusakan pada baut penahan rak kemudi. Masalah ini ditemukan melalui pemeriksaan kualitas internal dan berdampak pada berbagai model dari merek-merek grup, termasuk Volkswagen, Skoda, Audi, dan Seat. Perkiraan jumlah terdampak mencakup sekitar dua juta mobil Volkswagen, lebih dari satu juta Skoda, sekitar 700 ribu Audi, serta 200 ribu Seat.

Di Amerika Serikat, pemberitahuan resmi telah diterbitkan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), yang mencakup 208.724 unit, terutama Volkswagen Atlas (2018–2019), Tiguan (2018), serta Audi Q3 (2019–2021). Pemeriksaan menunjukkan bahwa salah satu baut yang menghubungkan rak kemudi dengan subframe dapat mengalami korosi, terutama dalam kondisi lingkungan ekstrem seperti paparan garam jalan dalam jangka waktu panjang.

Proses perbaikan tidak memerlukan penggantian seluruh komponen atau pembelian ulang kendaraan, melainkan hanya penggantian baut dengan versi baru yang dilapisi anti-korosi lebih baik. Pemilik kendaraan akan menerima surat pemberitahuan secara resmi pada 10 November 2026, dan perbaikan akan dilakukan secara gratis di dealer resmi.

NHTSA menegaskan bahwa kerusakan pada rumah rak kemudi yang patah berpotensi menyebabkan kehilangan kendali kemudi, meningkatkan risiko kecelakaan serius. Meski berbeda dari skandal Dieselgate yang melibatkan manipulasi emisi, kampanye ini tetap menjadi salah satu recall terbesar dalam sejarah terbaru Volkswagen AG. Perusahaan menekankan bahwa masalah ini tidak muncul secara mendadak, melainkan terjadi secara bertahap seiring waktu dan kondisi lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya