Volvo Percepat Efisiensi, PHK 2.500 Karyawan Global
Volvo mengumumkan pemutusan hubungan kerja global terhadap 2.500 karyawan, mayoritas di Swedia, sebagai respons terhadap tekanan pasar dan penurunan kinerja keuangan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo, resmi mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja sebanyak 2.500 posisi secara global, dengan sekitar 2.000 di antaranya berada di negara asalnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menekan biaya operasional di tengah tantangan eksternal yang semakin kompleks, termasuk persaingan ketat dari produsen mobil asal Tiongkok, fluktuasi tarif perdagangan, serta penurunan permintaan pasar di Amerika Serikat.
Pemangkasan tenaga kerja dilakukan melalui tiga jalur utama: penghentian kontrak konsultan, pengurangan jumlah karyawan secara alami tanpa penggantian, serta penawaran khusus bagi karyawan yang memilih pensiun dini. Langkah ini diperkuat dengan rencana efisiensi besar-besaran yang telah diluncurkan sejak kepemimpinan CEO Hakan Samuelsson kembali pada 2025, termasuk penghematan anggaran sebesar 18 miliar krona dan perkuatan kolaborasi dengan merek-merek di bawah naungan Geely Holding.
Laporan keuangan kuartal III 2026 menunjukkan perusahaan mengalami kerugian operasional disesuaikan sebesar 3,7 miliar krona Swedia (setara sekitar US$373 juta), jauh berbeda dari kinerja kuartal yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan laba 5,8 miliar krona. Rasio laba kotor juga menurun dari 20,4 persen menjadi 14,7 persen, mencerminkan dampak tarif, diskon besar-besaran, serta beban pengembangan teknologi kendaraan listrik yang tinggi.
CEO Hakan Samuelsson menyatakan bahwa kuartal tersebut merupakan salah satu yang paling menantang dalam sejarah perusahaan, menegaskan bahwa rencana pemulihan harus diperkuat secara tegas. Seiring dengan itu, Volvo membatalkan proyeksi penjualan dan arus kas tahunan karena prospek jangka pendek yang memburuk. Harga saham grup mencatatkan rekor terendah dan turun 54 persen sepanjang tahun, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan bisnis di tengah tekanan ekonomi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

