Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wajib Disiplin, Kepala Sekolah dan Guru Wakatobi Jadi Teladan

Kepala sekolah dan guru di Wakatobi wajib menjadi contoh ketertiban dan disiplin bagi siswa, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan budaya sekolah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Wakatobi menetapkan kewajiban bagi seluruh kepala sekolah dan guru untuk menjadi teladan dalam hal disiplin di lingkungan pendidikan. Langkah ini dikeluarkan sebagai respons terhadap kondisi disiplin yang dinilai belum optimal di sejumlah sekolah, terutama terkait kehadiran, perilaku, dan keterlibatan dalam kegiatan akademik. Kebijakan ini berlaku mulai semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dan menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Kewajiban tersebut mencakup kehadiran tepat waktu, penggunaan seragam secara konsisten, serta partisipasi aktif dalam rapat kerja, pelatihan, dan kegiatan keagamaan atau sosial yang diselenggarakan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Wakatobi menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah harus membangun budaya disiplin yang berakar dari diri sendiri sebelum bisa membimbing peserta didik. “Keteladanan dimulai dari diri sendiri. Jika guru tidak disiplin, sulit mengharapkan siswa menjadi disiplin,” ujar dia dalam rapat koordinasi.

Evaluasi kinerja guru dan kepala sekolah akan mencakup aspek disiplin sebagai indikator penting dalam penilaian kinerja tahunan. Pemantauan dilakukan secara rutin oleh tim internal dinas dan dikaitkan dengan insentif atau sanksi administratif. Kebijakan ini juga didukung oleh forum musyawarah kerja kepala sekolah yang menyetujui penerapan standar disiplin yang seragam di seluruh wilayah kabupaten. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur, produktif, dan menghargai aturan.

Dengan mewajibkan guru dan kepala sekolah menjadi teladan, pemerintah daerah berharap dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap pendidikan di Wakatobi. Peningkatan disiplin di kalangan pendidik diharapkan menjadi pemicu perbaikan perilaku siswa, peningkatan kehadiran, serta peningkatan hasil belajar secara keseluruhan. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen terhadap pendidikan berkualitas yang berbasis pada nilai-nilai integritas dan tanggung jawab.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya