Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wakatobi Tingkatkan Pendapatan Daerah Lewat Optimalisasi Pajak

Pemerintah Kabupaten Wakatobi fokus tingkatkan pendapatan melalui pengelolaan pajak dan retribusi yang lebih efisien dan transparan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Wakatobi kini memperkuat strategi pengelolaan pendapatan asli daerah dengan memfokuskan pada optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan anggaran yang terus meningkat untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik di wilayah kepulauan. Upaya ini mencakup peningkatan koordinasi antar dinas dan penataan sistem pelaporan yang lebih terintegrasi.

Dalam prosesnya, pemerintah daerah menggandeng instansi terkait untuk melakukan audit internal dan evaluasi rutin terhadap potensi penerimaan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Fokus utama diberikan pada sektor-sektor strategis seperti izin usaha, retribusi pasar, dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya potensi pendapatan yang dapat ditingkatkan melalui perbaikan sistem pelaporan dan penerapan digitalisasi proses administrasi.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah setempat menegaskan bahwa tujuan utama dari reformasi ini adalah menciptakan sistem pendapatan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang masuk ke kas daerah berasal dari sumber yang sah dan dikelola secara transparan,” ujar dia, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung kebijakan tersebut.

Upaya ini juga didukung oleh pelatihan bagi aparatur daerah guna meningkatkan kapasitas dalam mengelola data dan memantau penerimaan secara real time. Dengan pendekatan sistemik dan berbasis data, Wakatobi berharap mampu mencapai target pendapatan daerah tahun ini secara optimal, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal di tengah tantangan ekonomi regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya