Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wakil Wali Kota Jepang Tewas Tertimpa Tandu Festival

Wali kota Wakil Saijo, Akihiro Nabae, meninggal dunia akibat tertimpa mikoshi raksasa saat parade festival tradisional di Prefektur Ehime.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 88x dibuka
Wakil Wali Kota Jepang Tewas Tertimpa Tandu Festival📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pejabat publik tingkat kota di Jepang, Akihiro Nabae, wakil wali kota Saijo, tewas dalam insiden saat mengikuti parade festival tahunan di Prefektur Ehime. Peristiwa terjadi pada Sabtu (17/10), saat ia bersama peserta lain berupaya mengangkat mikoshi, tandu hias berukuran besar yang menjadi pusat perayaan tradisional. Dalam proses pengangkatan, mikoshi terjatuh dan menimpa tubuh Nabae, menyebabkan luka serius yang berujung pada kematian.

Nabae sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Pihak berwenang setempat mengonfirmasi kejadian ini pada Senin (19/10), sehari setelah dua korban tewas dalam insiden serupa di wilayah Osaka. Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan apakah jatuhnya mikoshi disebabkan oleh kehilangan keseimbangan atau faktor struktural. Sementara itu, otoritas kepolisian menyebutkan bahwa kemungkinan besar beban mikoshi mencapai tiga ton, terutama karena 11 unit tandu hias berjejer berdampingan dalam parade tersebut.

Festival Saijo yang menjadi lokasi kejadian merupakan perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh kuil-kuil lokal, dikenal dengan arak-arakan mikoshi yang dihias dengan motif bunga, burung, dan tokoh prajurit. Tradisi ini berasal dari masa Edo (1603–1868) dan bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen yang melimpah. Meski dianggap penting secara budaya, festival ini kembali menimbulkan kekhawatiran atas aspek keselamatan, terutama ketika partisipan melakukan gerakan cepat atau manuver kompleks.

Insiden ini menambah jumlah korban tewas dalam berbagai festival tradisional Jepang dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, dua orang tewas dalam insiden terpisah di Osaka, juga akibat mikoshi terbalik saat bergerak cepat. Sebelumnya, pada Februari, dua korban juga gugur dalam peristiwa berdesakan pada Festival Pria Telanjang. Semua kejadian ini menyoroti perlunya evaluasi ulang terhadap protokol keselamatan dalam perayaan budaya yang melibatkan massa dan struktur berat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya