Waktu Ganti Masker Saat Kabut Asap Melanda
Penggunaan masker N95 secara berulang tanpa penggantian tepat dapat mengurangi efektivitas perlindungan terhadap partikel polusi udara.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.42 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 145x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kualitas udara di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Dalam kondisi ini, penggunaan masker menjadi langkah penting untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel berbahaya. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua masker bisa digunakan terus-menerus, terlebih jika digunakan dalam waktu lama atau dalam lingkungan berpolusi tinggi.
Respirator N95, yang dianggap efektif menyaring partikel halus, memiliki batasan penggunaan yang harus diperhatikan. Menurut panduan dari lembaga kesehatan global, masker harus segera diganti jika mengalami kerusakan fisik, kotor, basah, atau tidak lagi menempel rapat pada wajah. Salah satu indikator penting adalah kondisi tali pengikat—jika sudah melar, maka keketatan masker berkurang dan risiko masuknya polusi melalui celah meningkat.
Penggunaan berulang tanpa penggantian juga dapat menurunkan efisiensi filtrasi. Studi yang dirilis dalam JAMA Network Open menunjukkan bahwa kinerja penyaringan N95 menurun seiring bertambahnya durasi pemakaian, bahkan meskipun masker terlihat utuh secara visual. Hal ini menekankan bahwa kondisi fisik tidak selalu mencerminkan kinerja penyaringan, terutama dalam penggunaan berulang seperti pada tenaga kesehatan di tempat kerja.
Oleh karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan saat kabut asap tidak boleh mengandalkan durasi pemakaian semata. Masker sekali pakai tidak boleh dicuci atau dipanaskan untuk digunakan kembali karena proses tersebut dapat merusak struktur filter. Penggantian harus dilakukan sesuai kondisi, bukan hanya berdasarkan waktu. Pemeriksaan berkala terhadap keutuhan dan keterpasangan masker menjadi kunci utama dalam menjaga perlindungan maksimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Sekda Kolaka Utara Luluskan Disertasi, Raih Gelar Doktor
Sekretaris Daerah Kolaka Utara berhasil menyelesaikan disertasi dan resmi meraih gelar doktor dalam bidang manajemen publik.
24 Oktober 2026
Polres Buton Utara Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penyalahgunaan Pertalite
Penyidik Polres Buton Utara menetapkan satu tersangka terkait dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak jenis pertalite melalui modifikasi tangki mobil pikap.
24 Oktober 2026

Kapolres Pantau Pengamanan Pilkades Tinanggea Secara Langsung
Kapolres Konawe Selatan turun langsung memantau kesiapan pengamanan Pilkades di Tinanggea, memastikan pelaksanaan berjalan aman, kondusif, dan profesional.
24 Oktober 2026

Webinar Nasional Fokus Dukung Kesehatan Mental di Tengah Tantangan Hidup
Webinar nasional dengan tema "Strategi Mengelola Diri Ketika Hidup Tidak Baik-Baik Saja" dihadiri narasumber utama dari Universitas Negeri Malang, menghadirkan metode praktis untuk menjaga kesehatan mental secara mandiri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

