Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wali Kota Kendari Tetapkan Daring 16–23 Oktober untuk Atasi Polusi Asap

Pemerintah Kota Kendari resmi menetapkan pembelajaran daring selama delapan hari demi melindungi kesehatan siswa dari dampak polusi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 125x dibuka
Wali Kota Kendari Tetapkan Daring 16–23 Oktober untuk Atasi Polusi Asap📷 Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari (Wikimedia Commons)

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah antisipatif dengan menetapkan masa pembelajaran jarak jauh mulai 16 hingga 23 Oktober 2024. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dihentikan sementara untuk meminimalkan paparan terhadap partikel halus yang berbahaya bagi pernapasan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan formal, mulai dari TK hingga SMA/SMK, di lingkup Pemkot Kendari. Dinas Pendidikan setempat telah menginstruksikan sekolah untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran daring melalui platform digital yang telah disiapkan. Guru dan tenaga pendidik diminta mengoptimalkan penggunaan aplikasi pendidikan dan memantau perkembangan peserta didik secara rutin.

Wali Kota Kendari menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan warga, terutama anak-anak, menjadi prioritas utama. Ia menyatakan bahwa keputusan ini bukan hanya respons terhadap kondisi darurat, tetapi juga upaya strategis dalam mengelola risiko lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Pemerintah akan terus memantau kualitas udara harian melalui alat pemantauan lingkungan yang tersedia.

Langkah ini juga diharapkan bisa menjadi contoh dalam penanganan krisis lingkungan yang berdampak sosial, khususnya di kawasan yang rentan terhadap kebakaran musiman. Dengan adanya pembelajaran daring, aktivitas akademik tetap berjalan tanpa harus mengorbankan kesehatan. Pemerintah akan mengevaluasi kondisi setiap akhir pekan untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka bisa kembali dibuka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya