Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wanita Single di China Sewa Model Pria untuk Foto Romantis

Belakangan, perempuan muda di China mulai menyewa model pria untuk sesi foto romantis sebagai bentuk ekspresi emosional dan pelarian dari tekanan sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Wanita Single di China Sewa Model Pria untuk Foto Romantis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah tekanan sosial terkait status pernikahan, sejumlah perempuan muda di China memilih menyewa model pria untuk sesi pemotretan romantis yang dirancang menyerupai hubungan asmara. Layanan ini, yang mulai populer di kalangan generasi muda, memungkinkan pelanggan menciptakan momen-momen romantis fiktif yang dapat dibagikan di media sosial. Biaya yang dikeluarkan bervariasi, dengan harga tertinggi mencapai 28.000 yuan (sekitar Rp74,9 juta) untuk pengalaman sehari penuh yang mencakup lebih dari 120 foto dengan berbagai kostum dan adegan.

Pelanggan seperti Wenji dari Chengdu menghabiskan 3.000 yuan (Rp8 juta) untuk sesi foto berdurasi satu jam, di mana ia menyusun cerita khusus—sebuah adegan bertengkar yang berakhir dengan sang ‘pacar’ menunggu di depan pintu rumah dalam keadaan menangis. Ia menyebut pengalaman itu sebagai cara menciptakan mimpi yang menyentuh hati. Sementara itu, Xue Dinge, seorang influencer gaya hidup, membayar 4.520 yuan (Rp12 juta) untuk 30 menit pemotretan bersama dua model tanpa baju, menampilkan pose intim seperti saling menyentuh dahi dan memeluk mesra.

Studio Mu Zhao di Nanjing, yang diklaim sebagai pelopor layanan ini, menawarkan berbagai paket sesuai kebutuhan pelanggan. Harga mulai dari 7.200 yuan (Rp19,2 juta) untuk sembilan foto hasil editan, hingga paket premium yang mencakup sehari penuh dengan berbagai pakaian dan adegan. Biaya model ditentukan berdasarkan faktor fisik seperti tinggi badan, penampilan, dan popularitas di media sosial. Meski demikian, studio menegaskan bahwa aktivitas tetap berada dalam batas sosial, termasuk larangan pertukaran kontak pribadi antara pelanggan dan model.

Tren ini menarik perhatian publik, baik sebagai bentuk ekspresi emosional maupun kritik sosial. Beberapa warganet mempertanyakan logika menghabiskan uang untuk foto dengan orang asing, sementara yang lain menilai layanan ini lebih menguntungkan model ketimbang pelanggan. Namun, pendiri Mu Zhao menekankan bahwa layanan ini merupakan bentuk keberanian perempuan dalam mengekspresikan kebutuhan emosional dan keinginan intim mereka. Menurutnya, mengeluarkan uang demi kebahagiaan pribadi adalah langkah yang sah dan perlu dihargai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya