Wapres AS Akui Gagal Atasi Ancaman Drone Iran
Wakil Presiden AS JD Vance mengakui kegagalan strategi militer dalam menghadapi serangan drone Iran, termasuk kesalahan penempatan pasukan dan kegagalan komunikasi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance secara terbuka mengakui adanya kegagalan dalam pendekatan militer AS terhadap ancaman drone Iran, yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa di wilayah Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi wawancara dengan CBS News, ketika ia menanggapi keluhan dari keluarga prajurit AS yang gugur akibat serangan drone di basis militer di Kuwait.
Vance menyebut bahwa sistem komunikasi dan penyebaran informasi dinilai tidak efektif, menyebabkan keluarga korban tidak mendapatkan data penting secara tepat waktu. Ia menegaskan bahwa setiap kegagalan dalam operasional militer akan ditangani secara serius dan diperbaiki secara menyeluruh. Peristiwa ini menjadi bagian dari kritik terhadap kebijakan penempatan pasukan yang dianggap rentan terhadap serangan asimetris.
Dalam kesempatan tersebut, Vance mengakui bahwa lokasi penempatan pasukan AS di kawasan Timur Tengah telah menunjukkan kelemahan strategis. Ia mengakui bahwa keputusan penempatan tersebut merupakan kesalahan besar yang seharusnya dapat dicegah, dan kini telah dilakukan penyesuaian guna meningkatkan perlindungan dan efektivitas operasional.
Serangan drone Iran yang mulai meningkat sejak Februari lalu telah menewaskan setidaknya 21 personel militer AS, menurut laporan Middle East Monitor. Iran memanfaatkan taktik perang asimetris dengan meluncurkan drone murah dalam jumlah besar, yang mampu melumpuhkan sistem pertahanan udara canggih AS. Hasilnya, AS mengalami kerugian besar, baik dari segi anggaran maupun kapasitas pertahanan.
Menurut perkiraan Kantor Anggaran Kongres AS (CBO), stok rudal pencegat militer AS kini hanya tersisa sekitar sepertiga dari kapasitas awal. Hal ini mendorong perubahan taktik militer secara signifikan, termasuk penyesuaian strategi pertahanan dan pengembangan sistem baru untuk menghadapi ancaman dari drone berbiaya rendah yang tersebar luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

