Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wapres Kunjungi Pesantren, Tokoh NU Tekankan Peran Santri dalam Revolusi Teknologi

Kunjungan Wapres Gibran ke pesantren di Pasuruan mendapat respons positif dari tokoh NU, yang menekankan keterlibatan santri dalam pembangunan nasional melalui penguasaan AI dan teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.15 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 126x dibuka
Wapres Kunjungi Pesantren, Tokoh NU Tekankan Peran Santri dalam Revolusi Teknologi📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) di Pasuruan menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan arah pembangunan nasional. Dalam kesempatan tersebut, Wapres meninjau program pembelajaran kecerdasan buatan dan robotik yang digelar untuk santri, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap transformasi digital di lingkungan pesantren.

Tokoh Nahdlatul Ulama, KH Marsudi Syuhud, menyambut kunjungan ini sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi pesantren dalam membangun SDM unggul. Ia menegaskan bahwa keterlibatan pesantren dalam proses pembangunan bukan sekadar simbolis, melainkan harus berupa partisipasi nyata, terutama dalam penguasaan teknologi modern seperti AI. Menurutnya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga mampu bersaing di era digital.

Marsudi menilai bahwa kedatangan tokoh negara ke pesantren, termasuk pejabat tinggi seperti Wapres, merupakan bentuk penghormatan terhadap peran historis dan strategis lembaga keagamaan dalam membangun karakter bangsa. Ia menekankan bahwa hubungan antara pemerintah dan kalangan pesantren harus terus diperkuat, bukan hanya saat momen kunjungan, tetapi dalam kebijakan dan program jangka panjang.

Dalam pandangannya, pemerintah perlu memastikan bahwa akses terhadap teknologi dan pelatihan digital tidak hanya terbatas di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga ke pelosok, termasuk di pesantren. Dengan demikian, santri dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan inovasi teknologi, menjadikan pesantren sebagai pusat kreativitas dan kemajuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya