Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Austria Gelar Demonstrasi Besar Tolak Pemotongan Dana Pendidikan

Lebih dari 50 ribu warga Austria turun ke jalan menolak pengurangan anggaran pendidikan, menekan pemerintah agar menaikkan dana sebesar 18 miliar euro untuk menanggulangi dampak inflasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 28x dibuka
Warga Austria Gelar Demonstrasi Besar Tolak Pemotongan Dana Pendidikan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ribuan warga Austria, termasuk mahasiswa, staf akademik, dan anggota komunitas ilmiah dari berbagai daerah federal, menggelar aksi protes besar-besaran di depan kampus utama Universitas Teknologi Wina pada Kamis (22/10). Aksi yang dimulai pukul 15.00 waktu setempat digelar atas inisiatif Persatuan Mahasiswa Nasional Austria (OH) sebagai respons terhadap kebijakan pemotongan anggaran pendidikan yang diumumkan pemerintah federal.

Demonstrasi ini tidak hanya melibatkan kalangan akademik dari Wina, tetapi juga melibatkan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh negara bagian Austria. Serikat Pekerja Pelayanan Publik turut mendukung dengan menyediakan transportasi bagi para doktor dan staf yang berpartisipasi. Kegiatan ini mendapat dukungan resmi dari administrasi kampus, termasuk izin cuti bagi peserta aksi tanpa konsekuensi akademik atau kerja.

Ketua OH, Viktoria Kudrna, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan kualitas pendidikan tinggi. Ia menyebut pemotongan anggaran berisiko memangkas ragam program studi, memperkecil layanan pendukung mahasiswa, serta memperburuk kondisi kerja akademik. Dampak nyata telah dirasakan, seperti pengurangan jam operasional perpustakaan dan minimnya lowongan kerja baru di lingkungan kampus.

Pemerintah Federal Austria telah menetapkan anggaran pendidikan untuk periode 2028–2030 sebesar 16 miliar euro (sekitar Rp322 triliun). Namun, institusi pendidikan menilai angka ini belum cukup untuk menyeimbangkan tekanan inflasi, dan menuntut kenaikan menjadi 18 miliar euro (sekitar Rp362 triliun) guna menjaga kualitas dan aksesibilitas pendidikan tinggi. Aksi massa ini menjadi bentuk tekanan publik terhadap kebijakan yang dianggap tidak berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya