Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Manfaatkan Kurs Dolar Brunei Naik, Raih Keuntungan Rp70,15 Juta

Sejumlah warga memanfaatkan kenaikan kurs dolar Brunei ke rupiah untuk menjual mata uang asing, mengantongi keuntungan hingga Rp70,15 juta dari penukaran 5.000 dolar Brunei.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 63x dibuka
Warga Manfaatkan Kurs Dolar Brunei Naik, Raih Keuntungan Rp70,15 Juta📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing, sejumlah masyarakat memilih memanfaatkan momentum pasar dengan menjual dolar Brunei ke rupiah. Pada Senin (19/10/2026), lokasi penukaran uang di Jakarta Pusat, khususnya di area Menteng, dipadati pengunjung yang ingin menukar mata uang asing. Salah satu tempat yang ramai adalah Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer, di mana hampir seluruh konter terisi penuh oleh warga yang ingin melakukan transaksi.

Pada pukul 11.00 WIB, kurs beli dolar Brunei mencapai Rp14.030 per dolar, jauh melampaui level normal sebelumnya yang biasanya berkisar di Rp13.000. Zulkarnaen, seorang warga berusia 35 tahun, memanfaatkan kondisi ini dengan menjual 5.000 dolar Brunei miliknya. Dengan nilai tukar tersebut, ia berhasil menerima uang tunai sebesar Rp70,15 juta, meningkat signifikan dibandingkan jika transaksi dilakukan pada kurs normal yang hanya memberikan Rp65 juta.

Kondisi ini tidak terjadi secara individu. PT Daffa Indo Valuta di Kwitang juga melaporkan lonjakan aktivitas penukaran, terutama untuk dolar Singapura. Banyak masyarakat memilih menjual mata uang tersebut karena kurs belinya juga meningkat, mencapai Rp15.950 untuk pecahan 1.000 dolar dan Rp14.000 untuk pecahan 100 dolar. Supervisor perusahaan, Aris Permana, menyebutkan sekitar 20.000 dolar Singapura telah masuk dalam transaksi sejak pagi hari.

Keputusan menjual mata uang asing di tengah fluktuasi nilai tukar dianggap strategis oleh sebagian warga. Mereka melihat peluang untuk memperoleh keuntungan dari selisih kurs, yang kemudian digunakan untuk menambah tabungan atau kebutuhan mendesak. Meski nilai rupiah melemah, hal ini justru memberikan peluang bagi pemilik aset asing untuk memanfaatkan momentum pasar secara optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya