Weda Bay dan Pabrik BYD Jadi Bukti Nyata Hilirisasi Nikel
Proyek strategis di Weda Bay dan pabrik mobil listrik BYD di Subang menjadi bukti konkret keberhasilan kebijakan hilirisasi sumber daya alam Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 162x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen kuat terhadap transformasi ekonomi melalui hilirisasi dengan menyoroti dua proyek strategis yang telah memasuki tahap operasional dan ekspor. Salah satunya adalah keberhasilan launching ekspor baterai kendaraan listrik dari Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara, yang merupakan bagian dari 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan nilai investasi mencapai US$10,2 miliar atau setara Rp180 triliun. Proyek ini menjadi simbol kemajuan dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pembangunan pabrik perakitan mobil listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, juga menjadi sorotan utama. Dengan nilai investasi Rp11,6 triliun, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun dan diharapkan mampu menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja lokal saat beroperasi penuh. Peresmian pabrik yang direncanakan pada September 2026 diharapkan memperkuat rantai industri manufaktur nasional di sektor transportasi berkelanjutan.
Kebijakan hilirisasi dinilai sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompleksitas ekonomi Indonesia. Menurut data Harvard Growth Lab, posisi Indonesia saat ini berada di urutan ke-69 dari 140 negara dalam indeks kompleksitas ekonomi global. Keterlambatan ini disebabkan dominasi ekspor produk dasar berbasis sumber daya alam dan produk dengan tingkat kompleksitas rendah hingga menengah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong percepatan transformasi dari ekspor bahan mentah menuju produk setengah jadi dan akhirnya produk akhir bernilai tambah tinggi.
Dengan terus mendorong investasi dalam sektor manufaktur dan teknologi tinggi, Indonesia berharap dapat memperluas akses pasar global sekaligus menciptakan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi. Hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi fondasi strategis untuk membangun ekonomi berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing di era industri 4.0.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

