Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Weda Bay dan Pabrik BYD Jadi Bukti Nyata Hilirisasi Nikel

Proyek strategis di Weda Bay dan pabrik mobil listrik BYD di Subang menjadi bukti konkret keberhasilan kebijakan hilirisasi sumber daya alam Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 162x dibuka
Weda Bay dan Pabrik BYD Jadi Bukti Nyata Hilirisasi Nikel📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen kuat terhadap transformasi ekonomi melalui hilirisasi dengan menyoroti dua proyek strategis yang telah memasuki tahap operasional dan ekspor. Salah satunya adalah keberhasilan launching ekspor baterai kendaraan listrik dari Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara, yang merupakan bagian dari 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan nilai investasi mencapai US$10,2 miliar atau setara Rp180 triliun. Proyek ini menjadi simbol kemajuan dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pembangunan pabrik perakitan mobil listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, juga menjadi sorotan utama. Dengan nilai investasi Rp11,6 triliun, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun dan diharapkan mampu menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja lokal saat beroperasi penuh. Peresmian pabrik yang direncanakan pada September 2026 diharapkan memperkuat rantai industri manufaktur nasional di sektor transportasi berkelanjutan.

Kebijakan hilirisasi dinilai sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompleksitas ekonomi Indonesia. Menurut data Harvard Growth Lab, posisi Indonesia saat ini berada di urutan ke-69 dari 140 negara dalam indeks kompleksitas ekonomi global. Keterlambatan ini disebabkan dominasi ekspor produk dasar berbasis sumber daya alam dan produk dengan tingkat kompleksitas rendah hingga menengah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong percepatan transformasi dari ekspor bahan mentah menuju produk setengah jadi dan akhirnya produk akhir bernilai tambah tinggi.

Dengan terus mendorong investasi dalam sektor manufaktur dan teknologi tinggi, Indonesia berharap dapat memperluas akses pasar global sekaligus menciptakan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi. Hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi fondasi strategis untuk membangun ekonomi berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing di era industri 4.0.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya