Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut

Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Widodo Adi Sutjipto, tokoh militer senior yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, telah meninggal dunia pada hari Minggu, 25 Oktober. Keterangan resmi mengenai wafatnya disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, yang memastikan kabar tersebut berdasarkan informasi dari lingkungan keluarga dan institusi terkait.

Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944, Widodo merupakan putra dari pasangan Adi Sutjipto, seorang guru, dan Siti Fatonah. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan lulus pada tahun 1968. Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan Sri Murniati, yang turut mendampinginya selama perjalanan karier militer dan publik.

Perjalanan karier militernya mencatat sejumlah tonggak penting. Ia menjadi Panglima TNI pertama yang berasal dari Angkatan Laut, menjabat dari 1999 hingga 2002, menggantikan Jenderal TNI Wiranto di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah masa jabatannya berakhir, ia kemudian dipercaya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri untuk memimpin Tim Nasional Penanggulangan Dampak Situasi Irak (TNPDSI).

Salah satu pencapaian kunci dalam karier militer Widodo adalah memimpin Operasi Aru Jaya pada 11 Maret 1992, saat berpangkat Kolonel Laut (P). Operasi tersebut bertujuan mencegah kapal Lusitania Expresso melakukan tabur bunga di Dili, Timor-Timur, dalam konteks ketegangan politik saat itu. Pengalaman ini menjadi salah satu dasar kepercayaan yang kemudian membawanya ke posisi kepemimpinan tertinggi di TNI. Ia juga dianugerahi gelar warga kehormatan Korps Marinir ke-10 pada 27 Juli 1999.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya