Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wisata Sejarah dan Kuliner Halal Menyuguhkan Makau yang Lebih Dalam

Ruins of St Paul’s menjadi pusat wisata Makau yang menawarkan pengalaman sejarah, arsitektur kolonial, dan kuliner halal dalam satu destinasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
Wisata Sejarah dan Kuliner Halal Menyuguhkan Makau yang Lebih Dalam📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di balik kemewahan kasino dan hotel mewah yang kerap menjadi ikon Makau, tersembunyi sebuah destinasi yang menyimpan lapisan sejarah dan budaya yang kaya. Ruins of St Paul’s, sisa dari Gereja Santo Paulus yang dibangun pada abad ke-16, menjadi simbol penting dari masa kolonial Portugis di wilayah tersebut. Bangunan yang kini berupa reruntuhan megah ini bukan sekadar objek wisata, melainkan saksi bisu pertemuan budaya Tiongkok dan Eropa yang membentuk identitas unik Makau.

Kawasan ini menawarkan pengalaman mendalam bagi pelancong yang ingin memahami latar belakang historis wilayah yang menjadi jembatan perdagangan antara Asia dan Eropa. Dari arsitektur khas Barok hingga ornamen yang menggabungkan elemen Tiongkok, setiap detail di reruntuhan mencerminkan perpaduan budaya yang langka. Kini, tempat tersebut menjadi landmark utama yang menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Tidak kalah menarik, sekitar area reruntuhan juga berkembang sebagai pusat kuliner halal yang ramah bagi wisatawan Muslim. Banyak restoran dan kafe di sekitar lokasi menyediakan makanan bergelar halal, termasuk hidangan lokal seperti bakso, nasi goreng, dan kue tradisional yang telah disesuaikan dengan standar kehalalan. Hal ini menunjukkan upaya penyesuaian destinasi wisata agar lebih inklusif tanpa mengorbankan keaslian budaya lokal.

Tujuan utama pengembangan kawasan ini adalah memperluas daya tarik Makau sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya mengandalkan perjudian, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan budaya yang mendalam. Dengan menggabungkan sejarah, arsitektur, dan kuliner halal, Ruins of St Paul’s kini menjadi simbol baru dari Makau yang seimbang antara masa lalu dan masa kini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya