WNA Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Tanjung Mebulu
Seorang warga negara asing asal Rusia ditemukan tewas di bawah tebing di Tanjung Mebulu, Badung, setelah dilaporkan hilang sejak Rabu, dengan evakuasi berhasil dilakukan pada Sabtu sore.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Rusia, G. Artem (40), ditemukan meninggal dunia di bawah tebing di kawasan Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 15.00 WITA. Korban dinyatakan hilang sejak Rabu (23/9), dan operasi pencarian digelar sejak pagi hari oleh tim SAR gabungan. Proses pencarian awal dilakukan dengan pemantauan udara menggunakan drone thermal pada pukul 11.45 WITA, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Informasi penting muncul setelah masyarakat sekitar melaporkan adanya bau tidak sedap di area tebing. Berdasarkan laporan itu, tim SAR melakukan penelusuran dan menemukan jenazah terjatuh di antara bebatuan di bawah tebing. Masyarakat setempat kemudian turut membantu dengan menggunakan drone untuk memastikan posisi korban secara akurat. Keberadaan jenazah dikonfirmasi, dan tim SAR segera bergerak menuju lokasi melalui jalur Pantai Nyang-Nyang.
Medan yang sulit, terdiri dari bebatuan dan jalur terjal, serta pasang surut air laut menjadi kendala utama dalam evakuasi. Tim harus menunggu air surut sebelum melanjutkan proses pengevakuasian. Proses ini berlangsung hingga pukul 15.00 WITA, saat jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kecil dan dibawa ke pesisir Pantai Nyang-Nyang. Setelah evakuasi, korban dibawa menggunakan ambulans milik Klinik Nusa Medika ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah di Denpasar untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, informasi hilangnya korban diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Sabtu pagi pukul 05.40 WITA dari Basarnas Command Center. Berdasarkan laporan dari rekan korban, G. Artem tidak lagi bisa dihubungi sejak Rabu. Lokasi terakhir yang diduga kuat menjadi tempat keberadaan korban adalah sekitar Tanjung Mebulu, khususnya di area Tebing Karang Boma. Ditemukannya sepeda motor dan helm di lokasi tersebut menjadi petunjuk awal yang krusial dalam operasi pencarian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menteri Keuangan Israel Dorong Operasi Militer di Tepi Barat
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyerukan aksi militer serupa Gaza di Tepi Barat dan mendesak pencaplokan wilayah serta pembubaran Otoritas Palestina.
27 September 2026

11 Tewas dalam Ledakan di Pos Polisi Khyber Pakhtunkhwa
Sebelas orang tewas akibat ledakan di pos pemeriksaan polisi di Dera Ismail Khan, Pakistan, saat berlangsung pertemuan perdamaian yang dihadiri banyak warga.
27 September 2026
Korban Tewas di Gaza Tembus 74.016 Akibat Agresi Israel
Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel di Gaza telah menewaskan 74.016 warga sipil dan melukai 175.068 lainnya, dengan lonjakan kasus dalam 48 jam terakhir.
27 September 2026

Fotografer Jepang Abadikan Keindahan dan Bahaya Puncak Fuji
Seorang fotografer Jepang tinggal selama 17 tahun di kawasan puncak Gunung Fuji untuk memotret keindahan alam dan menyebarkan informasi keselamatan bagi pendaki.
27 September 2026
Berita Lainnya

Penembakan Massal di Afrika Selatan Tewaskan 27 Orang
Minggu, 27 September 2026, 17.48 WITA

China Kirim Panda Baru ke Atlanta Setelah Kunjungan Xi ke AS
Minggu, 27 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Kecam Isu Papua di Forum PBB
Minggu, 27 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Diproyeksikan Lanjut Koreksi di Awal Pekan
Minggu, 27 September 2026, 17.46 WITA

Luna Kecelakaan Parah Akibat Rem Dibajak
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

KPK Temukan Valuta Asing dalam Penggeledahan di Kantor BPN Jatim
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

Komnas HAM Dorong Aturan Turunan UU Reforma Agraria Lindungi Masyarakat Adat
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

Kain Ihram dan Batik Fatmawati Jadi Pembungkus Jenazah Guruh
Minggu, 27 September 2026, 17.43 WITA

