Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Workshop Kepramukaan Dorong Peran Mabigus di Kendari

Dinas Pemuda dan Olahraga Kendari gelar workshop untuk tingkatkan kualitas pelatih pramuka dan perkuat peran Mabigus dalam pembentukan karakter pemuda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari menyelenggarakan workshop kepramukaan bertujuan memperkuat kapasitas pelatih dan pembina pramuka di tingkat kota. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unit kerja kepramukaan, termasuk pembina dari tingkat kota hingga pengurus unit pelatihan pramuka di sekolah dan masyarakat. Workshop dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan yang berbasis karakter.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada pelatihan metode pembinaan, manajemen kegiatan, dan penguatan peran Mabigus sebagai garda terdepan dalam pendidikan karakter melalui kepramukaan. Peserta diberikan materi tentang pengembangan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, serta penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, para peserta juga dibekali dengan alat dan modul pelatihan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan di lapangan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kendari menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan generasi muda yang berintegritas, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ia menekankan bahwa Mabigus sebagai penggerak utama kepramukaan harus diperkuat secara struktural dan kualitatif agar mampu menjawab tantangan zaman. Dengan pelatihan yang terstandar, diharapkan setiap pembina dapat menjadi teladan bagi generasi muda di wilayahnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi dan refleksi terhadap pelaksanaan program kepramukaan di Kota Kendari. Melalui dialog interaktif dan studi kasus, peserta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi, seperti minimnya partisipasi pelajar dan keterbatasan sumber daya. Solusi konkret pun mulai muncul, termasuk penguatan kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam mendukung kegiatan kepramukaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya