Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wuling Soroti Tantangan Lokalisasi Komponen Kendaraan Listrik

Produsen kendaraan listrik menegaskan dukungan terhadap regulasi TKDN, namun mengungkap keterbatasan supplier lokal dalam memenuhi target nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Wuling Soroti Tantangan Lokalisasi Komponen Kendaraan Listrik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wuling menegaskan komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik, namun menyampaikan realitas lapangan yang menunjukkan keterlambatan kesiapan industri komponen lokal. Arif Pramadana, perwakilan PT SGMW Motor Indonesia, mengungkapkan bahwa meskipun regulasi telah diterapkan, implementasinya menghadapi hambatan signifikan terutama dari sisi kemampuan pemasok dalam negeri.

Menurutnya, supplier dalam negeri belum memiliki kapasitas teknis, konsistensi produksi, dan daya saing harga yang memadai untuk menggantikan komponen impor. Keterbatasan ini diperparah oleh kompleksitas teknologi kendaraan listrik yang berbeda secara mendasar dari kendaraan konvensional, sehingga memerlukan keahlian dan investasi spesifik yang belum tersebar luas di industri lokal.

Pertanyaan muncul mengenai manfaat konkret yang dirasakan oleh industri komponen jika berhasil memenuhi target TKDN. Arif menyoroti belum adanya insentif langsung yang menyentuh perusahaan tingkat pertama hingga ketiga, sehingga keberlanjutan investasi dan pengembangan kapasitas produksi menjadi terhambat. Ia menekankan perlunya pendekatan berjenjang dari pemerintah untuk mendukung seluruh lapisan ekosistem, bukan hanya produsen akhir.

Dalam forum rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Arif berharap pemerintah tidak hanya menuntut peningkatan TKDN, tetapi juga turut membangun ekosistem pendukung. Dukungan yang mencakup konsistensi regulasi, insentif, dan akses teknologi diharapkan bisa memperkuat kapasitas lokal agar mampu bersaing secara global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya