Wuling Soroti Tantangan Lokalisasi Komponen Kendaraan Listrik
Produsen kendaraan listrik menegaskan dukungan terhadap regulasi TKDN, namun mengungkap keterbatasan supplier lokal dalam memenuhi target nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wuling menegaskan komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik, namun menyampaikan realitas lapangan yang menunjukkan keterlambatan kesiapan industri komponen lokal. Arif Pramadana, perwakilan PT SGMW Motor Indonesia, mengungkapkan bahwa meskipun regulasi telah diterapkan, implementasinya menghadapi hambatan signifikan terutama dari sisi kemampuan pemasok dalam negeri.
Menurutnya, supplier dalam negeri belum memiliki kapasitas teknis, konsistensi produksi, dan daya saing harga yang memadai untuk menggantikan komponen impor. Keterbatasan ini diperparah oleh kompleksitas teknologi kendaraan listrik yang berbeda secara mendasar dari kendaraan konvensional, sehingga memerlukan keahlian dan investasi spesifik yang belum tersebar luas di industri lokal.
Pertanyaan muncul mengenai manfaat konkret yang dirasakan oleh industri komponen jika berhasil memenuhi target TKDN. Arif menyoroti belum adanya insentif langsung yang menyentuh perusahaan tingkat pertama hingga ketiga, sehingga keberlanjutan investasi dan pengembangan kapasitas produksi menjadi terhambat. Ia menekankan perlunya pendekatan berjenjang dari pemerintah untuk mendukung seluruh lapisan ekosistem, bukan hanya produsen akhir.
Dalam forum rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Arif berharap pemerintah tidak hanya menuntut peningkatan TKDN, tetapi juga turut membangun ekosistem pendukung. Dukungan yang mencakup konsistensi regulasi, insentif, dan akses teknologi diharapkan bisa memperkuat kapasitas lokal agar mampu bersaing secara global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BYD Gelar Recall 183 Ribu Unit Akibat Masalah Bantalan Rem
Perusahaan otomotif China, BYD, menarik kembali 183.211 unit mobil Tang dan Qin karena cacat pada bantalan penahan pedal rem yang berpotensi mengganggu fungsi lampu rem.
21 September 2026

Veloz Hybrid EV Capai Efisiensi 31,1 Km/L dalam Uji Perjalanan Panjang
Uji coba bersama puluhan jurnalis menunjukkan Veloz Hybrid EV mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 31,1 kilometer per liter dalam perjalanan lebih dari 350 kilometer.
21 September 2026

Larangan Angkut Kendaraan Listrik via Laut Tantang Distribusi
Industri kendaraan listrik meminta standar pengangkutan yang jelas lewat laut karena adanya larangan dari operator kapal, menghambat distribusi, terutama bagi pelaku usaha kecil.
21 September 2026

Sopir Taksi Terseret 50 Meter Usai Terlibat Kecelakaan di Tol Tomang
Seorang sopir taksi listrik terseret 50 meter di jalan tol Tomang akibat terjatuh dari pintu mobil BYD yang tiba-tiba melaju setelah dibuka saat konflik pasca-tabrakan.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

