Xiaomi Siap Masuki Pasar Mobil Listrik Indonesia
Xiaomi menyatakan komitmen membawa mobil listrik ke Indonesia, meski belum menentukan model yang akan diluncurkan secara resmi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, memperkuat langkah ekspansinya ke sektor otomotif listrik dengan menegaskan rencana memasarkan produk kendaraan listrik di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, dalam konferensi pers usai peluncuran produk smartphone seri Redmi Note 17 di Jakarta. Ia menegaskan bahwa kehadiran mobil listrik dari Xiaomi di Tanah Air bukan sekadar isu, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
Meski telah menyiapkan tiga model mobil listrik murni di pasar China, keputusan model mana yang akan diprioritaskan untuk Indonesia masih dalam tahap peninjauan. Michael mengungkapkan bahwa proses evaluasi sedang berlangsung, termasuk pertimbangan regulasi, infrastruktur pengisian, dan preferensi konsumen lokal. Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi Xiaomi di tingkat global, sehingga perusahaan tidak akan melewatkan kesempatan untuk hadir secara serius.
Dari tiga model yang sudah tersedia di China, Xiaomi SU7 menjadi andalan pertama sebagai sedan mewah dengan koefisien hambatan udara terendah di kelasnya, hanya 0,195. Model ini tersedia dalam tiga varian, dengan harga mulai dari 215.900 yuan (sekitar Rp517,82 juta). Sementara itu, SU7 Ultra menjadi model flagship dengan pencapaian rekor sebagai sedan empat pintu produksi massal tercepat di dunia, dibanderol mulai 529.900 yuan. Untuk pasar SUV, YU7 hadir sebagai model pertama Xiaomi dengan konsep kabin lapang dan kursi dual zero-gravity di baris depan, dengan harga dimulai dari 253.500 yuan.
Sebelum fokus ke Indonesia, Xiaomi menargetkan masuk ke pasar Eropa, khususnya Jerman, pada kuartal ketiga 2027. Di China, total penjualan mobil listrik Xiaomi telah melebihi 800.000 unit, menunjukkan daya tarik pasar yang kuat. Dengan kehadiran berbagai varian, termasuk Skynomad yang menggunakan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV), Xiaomi siap memberikan pilihan beragam bagi konsumen Indonesia, meski detail waktu peluncuran dan model spesifik belum diumumkan secara resmi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat
Ketidakpastian kebijakan subsidi pemerintah menyebabkan penjualan sepeda motor listrik di Indonesia melemah sejak awal 2026, dengan capaian hingga Agustus baru mencapai 18.900 unit.
22 September 2026

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Penetrasi mobil listrik di Indonesia belum mengancam bisnis suku cadang kendaraan konvensional karena transisi masih berlangsung dan komponen hybrid masih banyak yang sama.
22 September 2026

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Penggunaan layanan taksi online malam hari bisa lebih aman dengan memanfaatkan fitur keamanan dan kewaspadaan pribadi secara maksimal.
22 September 2026

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Industri kendaraan listrik meminta pemerintah segera menetapkan kepastian insentif motor listrik untuk menjaga kelangsungan bisnis dan mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Sindikat SIM Palsu di Riau Beroperasi Sejak Juni 2026
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Biaya Impor iPhone 18 Pro dan Duo dari Luar Negeri Terungkap
Selasa, 22 September 2026, 15.31 WITA

Penindakan Massal Beras dan Garam Ilegal di Empat Wilayah
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Amran Minta Hukuman Berat untuk Pelaku Penyelundupan Beras Impor
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Tiga ASN Pertanian Tewas di Papua Tanpa Pengawalan
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Dunia Belum Konsisten, Indonesia Tetap Jalan ke Net Zero
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

PNBP Pertambangan Naik Meski Produksi Turun
Selasa, 22 September 2026, 15.29 WITA

